Jakarta - Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri menggelar Lokakarya Penyusunan Strategi Rebranding Dukcapil sebanyak dua angkatan. Angkatan I dilaksanakan pada 23-25 Oktober 2024, dan Angkatan II pada 28-30 Oktober 2024 di Hotel Orchardz Jayakarta, Jakarta.
Lokakarya dihadiri para pejabat dan pegawai Dinas Dukcapil dari berbagai daerah, dengan tujuan memperkuat strategi rebranding menghadapi tantangan pelayanan di era digital.
Acara ini merupakan bagian dari upaya Ditjen Dukcapil untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, utamanya di bidang administrasi kependudukan. Peserta lokakarya mendapatkan pelatihan langsung dari para pakar komunikasi dan jurnalis terkemuka, untuk memperkuat keterampilan dalam menyusun berita dan strategi media.
Hari pertama, Rabu (23/10/2024), acara dimulai dengan pembukaan yang dipimpin oleh Direktur Dina Aparatur Ditjen Dukcapil, Andi Kriarmoni.
Dalam sambutannya, Andi menegaskan pentingnya rebranding sebagai langkah untuk membangun kepercayaan publik dan menghadirkan pelayanan yang lebih modern dan responsif. "Rebranding ini tidak hanya soal logo atau tampilan, tetapi tentang bagaimana Dukcapil mampu memperkuat identitasnya dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat," kata Direktur Andi.

Sesi pertama lokakarya menghadirkan Fahmy Fotaleno, Chief Editor portal berita Indozone, yang membawakan materi tentang feature news. Peserta diajak untuk belajar menulis berita dengan pendekatan naratif yang menarik dan relevan dengan pembaca masa kini. Fahmy menjelaskan, feature news adalah alat yang kuat dalam menyampaikan informasi secara mendalam dan personal, sekaligus mampu membangun citra positif.
Seusai itu, Nurfahmi dari Alinea.id menyampaikan materi tentang menulis berita langsung (straight news). Menurutnya, kecepatan dalam menyampaikan informasi tetap harus diimbangi dengan akurasi dan ketepatan data, terutama di era digital yang serba cepat ini. "Masyarakat saat ini membutuhkan informasi yang cepat namun juga benar dan dapat dipercaya," kata Nurfahmi.
Pada hari kedua, peserta kembali dibekali materi penting mengenai strategi rebranding yang dibawakan oleh Astri Megatari, Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi DKI Jakarta.
Astri menekankan pentingnya manajemen krisis di era digital, terutama dalam menghadapi isu-isu yang dapat mengganggu kepercayaan publik. “Rebranding harus dilakukan dengan bijaksana, kita harus mampu menjaga kepercayaan publik dengan membangun komunikasi yang baik dan responsif,” jelas Astri.
Sesi lainnya menghadirkan Jurnalis Tempo, Muhammad Iqbal yang memberikan materi tentang proofreading dan editing dalam penulisan berita.
Ia menjelaskan, kualitas berita yang baik tidak hanya dilihat dari isinya saja, tetapi juga dari kejelasan dan ketepatan tata bahasanya. Peserta lokakarya diberikan kesempatan untuk berlatih langsung bagaimana menyunting berita agar lebih efektif dan mudah dipahami.
Peserta lokakarya yang terdiri dari 20 perwakilan tim media Dukcapil Daerah, seperti Dukcapil Jakarta Timur, Ciamis, Konawe Selatan, Tana Tidung, Labuhanbatu Utara, Bengkayang, Barito Kuala, Banjar, dan Belitung Timur. Mereka sangat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan, dan siap membawa pulang ilmu buat diaplikasikan demi meningkatkan kualitas publikasi di daerah masing-masing.
Direktur Andi Kriarmoni berharap lokakarya menjadi momentum penting bagi jajaran Dukcapil untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi di era kiwari.
"Dengan strategi rebranding yang kuat, Dukcapil diharapkan dapat menjadi lembaga yang semakin dipercaya oleh masyarakat dalam memberikan layanan administrasi kependudukan yang cepat, tepat, dan aman," tandas Andi Kriarmoni, Direktur Bina Aparatur Dukcapil. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar