Banda Aceh -- Inovasi adalah kunci kemajuan dan peningkatan produktivitas. Ini sudah dibuktikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten (Disdukcapil)Padang Pariaman, Muhammad Fadhly.
Menurut Fadhly, inovasi tak selamanya perlu biaya tinggi. “Tidak perlu juga semua dibeli baru”, ujar Fadhly saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Pelayanan Akta Kematian dan Inovasi yang diselenggarakan oleh Dinas Registrasi Kependudukan Aceh dan diikuti oleh para pejabat eselon 3 khususnya Kepala Bidang Pencatatan Sipil 23 Kabupaten/Kota se-Provinsi Aceh, di Banda Aceh mulai tanggal 13 hingga 15 Oktober 2019.
Fadhly mencontohkan inovasi siBimo (branding mobil pelayanan keliling) yang digunakannya adalah mobil bekas dari OPD lain yang tidak digunakan lagi. "Kita rehab, kita modifikasi dan lengkapi agar sesuai dengan kebutuhan, sekarang jadi bagus dan bermanfaat serta melayani sampai ke nagari-nagari selama 235 hari kerja dalam setahun," jelas Fadhly.
Begitu juga dengan siPreti (branding mobil pelayanan untuk inovasi Kadoku KTP-el berwarna pink) yang melayani ke sekolah-sekolah, mobil bekas tahun 90-an yang juga diperbaiki dan di brand sedemikian rupa. "Mobil ini sangat efektif melayani ke sekolah-sekolah, memberi layanan tepat waktu bagi wajib KTP-Pemula dan KIA," jelas Fadhly.
Muhammad Fadhly menjelaskan bahwa sering kali soal anggaran jadi dalih membuat rencana inovasi mentok. Padahal tidak semua inovasi harus dengan anggaran besar. “Manajemen anggarannya yang mungkin perlu dibenahi," saran Muhammad Fadhly.
Seperti yang dilakukan instansinya, untuk manajemen pelayanan lapangan yang merupakan tupoksi, dinasnya menggunakan Google Map untuk pertanggungjawaban penggunaan BBM agar terukur dan tidak boros. "Kita sudah harus berfikir efisien dan harus dipraktekkan dengan cara-cara yang logis dan terukur," katanya.
Selain itu, Fadhly juga mempresentasikan system pelaporan dan pencatatan kelahiran yang telah dilakukan oleh Disdukcapil Padang Pariaman yang dimulai dari proses pencatatan kehamilan sampai kelahiran dan melibatkan banyak pemangku kepentingan seperti jajaran Dinas Kesehatan dan Desa/Nagari.
Dengan inovasi-inovasi yang dilakukan di Padang Pariaman, Muhammad Fadhly telah berkesempatan berbagi ilmu ke berbagai daerah seperti Maluku Utara, Jawa Tengah, Puslitbang Inovasi Kemendagri, Balitbang Kementerian Kesehatan, PPSDM Kemendagri Regional serta di lingkup provinsi Sumatera Barat.
Bimbingan teknis ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di kabupaten/kota ini juga menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.
Kepala Dinas Registrasi Kependudukan Aceh (DRKA), Teuku Syarbaini berharap peserta dapat meraup ilmu baru sekaligus belajar dari pengalaman daerah lain dalam meningkatkan kualitas pelayanan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk). Menurut Syarbaini, berbagai inovasi yang dilakukan di Kabupaten Padang Pariaman mudah untuk ditiru dan diterapkan. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.