Karawang - Kebaikan dapat mengalirkan kebahagiaan bagi diri sendiri dan bagi orang lain serta dapat membuat hidup ini menjadi penuh arti.
Di moment Hari Raya Idul Adha 1443 H ini Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Ditjen Dukcapil menunaikan kebaikan dengan cara berkurban dengan tema "Berqurban Meningkatkan Ketaqwaan dan Menebar Kebahagiaan untuk Sesama".
Kegiatan ini ditandai dengan menyerahkan hewan kurban satu ekor sapi kepada Pondok Pesantren Al Makkiyah, Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (11/7/2022) pagi.
Ketua DWP Ditjen Dukcapil Ninuk Triyanti Zudan, didampingi Wakil Ketua Merry Syofiar Rustam dan sejumlah pengurus juga berkesempatan memberikan bantuan sembako dan santunan serta mushab Al Quran bagi anak-anak yatim dan dhuafa di ponpes yang dipimpin KH Muhammad Makki.
.jpeg)
Menurut Ninuk, DWP unit Ditjen Dukcapil, punya tiga program kerja yakni bidang pendidikan, sosial budaya dan bidang ekonomi.
Meskipun DWP anggotanya adalah istri-istri para ASN di Ditjen Dukcapil, namun untuk menggerakkan seluruh kegiatannya murni merupakan hasil gotong-royong secara mandiri.
"Jadi bantuan ini meskipun tidak terlalu besar namun ini adalah murni sumbangsih para istri ASN di lingkup Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri," kata Ninuk.
"Semoga tali kasih sayang ini bisa bermanfaat bagi para santri agar semakin semangat belajar."
Kepada seluruh pengurus dan anggota DWP Dukcapil, Ninuk tak lupa mengapresiasi dan sangat berterima kasih atas semua karya baik dan sumbangsih yang penuh ikhlas diberikan.
"Alhamdulillah kita para istri keluarga besar ASN Dukcapil, dapat merayakan Idul Adha dan berkurban. Semoga semua amal ibadah dan kurban kita diterima Allah dan menjadikan kita semakin bertaqwa," demikian Ninuk Triyanti Zudan memungkasi.
.jpeg)
Di tempat yang sama pimpinan PonPes Al Makiyyah, Ustaz Muhammad Makki mengucapkan terima kasih atas penyerahan hewan kurban dan bantuan yang diberikan DWP Unit Ditjen Dukcapil.
"Pesantren Al Makkiyah, alhamdulillah, menampung anak-anak yang ingin menikmati fasilitas pendidikan, namun memiliki keterbatasan dalam biaya," ujar Muhammad Makki.
Muhammad Makki menyebutkan ponpes yang diasuhnya baru berusia dua tahun. Saat ini jumlah peserta didik sebanyak 47 orang terdiri 40 siswi dan 7 siswa yang semuanya yatim piatu dan dhuafa. Dukcapil***

Komentar
Komentar di nonaktifkan.