Jakarta — Usai merilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025, Ditjen Dukcapil Kemendagri menghadirkan tokoh inspirator nasional, Jamil Azzaini dalam sebuah kajian motivasi di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Kamis (12/3/2026) sore menjelang berbuka puasa.
Jamil dikenal sebagai Inspirator SuksesMulia, seorang Master Trainer bersertifikat BNSP, pendiri Kubik Leadership dan Akademi Trainer, serta mentor bagi para pemimpin, trainer, dan entrepreneur di Indonesia. Kiprahnya selama puluhan tahun menjadikannya sosok yang dipercaya untuk menggerakkan semangat integritas dan kepemimpinan di berbagai institusi.
Suasana khidmat bercampur semangat terasa ketika Jamil mengingatkan bahwa pengelolaan data kependudukan bukan sekadar administrasi, melainkan amanah suci menjaga identitas bangsa.
“Apakah kita hanya mengelola angka? Apakah hanya database? Tidak! Sesungguhnya kita sedang menjaga identitas sebuah bangsa,” ujar Jamil membuka paparannya, membuat hadirin terdiam merenung.
Ia menekankan bahwa setiap data kependudukan merepresentasikan hak dasar warga negara. “Setiap data adalah identitas seorang bayi yang lahir, hak seorang anak untuk sekolah, hak seseorang untuk berobat, dan hak untuk memilih pemimpin. Tanpa Dukcapil, banyak hak warga negara tidak bisa terwujud,” tegasnya.
Jamil kemudian mengaitkan peran Dukcapil dengan fondasi negara modern. Menurutnya, ada tiga fondasi data yang menopang pembangunan: data kependudukan, data ekonomi, dan data wilayah. “Fondasi pertama adalah data penduduk. Tanpa data yang akurat, tata kelola negara tidak bisa menggelinding dengan mulus,” katanya.

Dalam sesi pelecut semangat itu, Jamil juga menekankan pentingnya integritas bagi insan Dukcapil. Ia mengutip Warren Buffet: “Look for three things in a person: integrity, intelligence, and energy. If they don’t have the first, the other two will kill you.” Kutipan itu disambut anggukan peserta yang hadir.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa integritas berarti melakukan yang benar meski tidak ada sorotan kamera. “Tidak berbuat curang meski tidak dilihat orang. Meski sendiri, aku sadar ada yang mengawasi,” ucapnya penuh penekanan.
Selain integritas, Jamil menekankan pentingnya mengambil tanggung jawab. Ia mengajak peserta untuk mengubah kendali diri eksternal menjadi kendali diri internal. “Bukan sibuk menyalahkan orang lain atau keadaan, tetapi menyadari apa yang tidak efektif dan berkomitmen memberikan kontribusi terbaik,” jelasnya.
Menutup sesi menjelang berbuka, Jamil mengingatkan bahwa insan Dukcapil adalah penjaga kedaulatan identitas bangsa. “Jika tentara menjaga kedaulatan wilayah, jika polisi menjaga keamanan, maka Dukcapil menjaga kedaulatan identitas bangsa. Itu tugas strategis negara, bukan pekerjaan biasa,” pungkasnya.
Kajian motivasi ini menjadi refleksi mendalam bagi jajaran Dukcapil, bahwa data bukan sekadar angka, melainkan amanah suci yang harus dijaga dengan integritas dan tanggung jawab demi masa depan Indonesia. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar