Jakarta – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, mengungkapkan 3 kata kunci catatan akhir tahun 2021 bagi seluruh jajaran Dukcapil di 34 Provinsi maupaun 514 Kabupaten/Kota.
“Pertama, kata kuncinya adalah kapabilitas, yaitu menyangkut kemampuan kerja, kompetensi, dan kemampuan menyelesaikan masalah,” kata Zudan saat memberikan arahan di acara Rapat Kinerja Nasional “Capaian Kinerja Nasional Layanan Adminduk”, yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (31/12/2021).
Kemampuan untuk menyelesaikan masalah, ungkap Zudan, sangat esensial dalam pelayanan Dukcapil. Insan Dukcapil tidak boleh hanya sampai pada kemampuan untuk menemukan masalah, apalagi sampai berkeluh kesah atas masalah tersebut.
“Kapabilitas itu dicerminkan oleh pengetahuan kita terhadap pekerjaan kita. Di dalam bekerja, itu ada level teori, ada level regulasi, dan ada level praktik,” rincinya.
Yang kedua, lanjut Zudan, kata kuncinya adalah compliance atau kepatuhan. Dalam penggunaan tanda tangan elektronik, misalnya, seluruh jajaran Dukcapil baik pusat maupun daerah sudah sepakat bahwa di tahun 2020 semua dokumen ditanda tangani secara elektornik.
Meski demikian, Zudan masih menemukan adanya jajaran Dinas Dukcapil yang tidak taat terhadap aturan tersebut.
“Contoh terakhir saya temukan saat berkunjung ke Kabupaten Sumba Barat Daya yang masih tidak meggunakan tanda tangan elektronik. Kepala Dinas Dukcapilnya tidak paham karena belum membaca aturannya. Sudah 5 bulan menjadi Kepala Dinas tetapi belum mau belajar,” ungkapnya.
Adapun kata kunci yang ketiga, adalah kinerja. Setiap jajaran Dukcapil, baik di pusat maupun di daerah, harus bekerja dalam koridor yang semestinya, yaitu bekerja untuk memenuhi sasaran dan target yang telah ditetapkan.
“Betapa pun anda bekerja, kalau tidak memenuhi target, maka anda tidak bekerja dalam koridor yang seharusnya. Kurangi complain dari masyarakat. Itu artinya kita harus bekerja keras memberikan pelayanan yang bagus, meningkatkan kualitas kerja,” katanya.
“Dan jangan lupa bahwa legitimasi publik itu penting, Raihlah penghargaan dari masyarakat, instansi pemerintah, instansi swasta, dsb. Satu kata kuncinya adalah kita semua harus belajar,” tutup Zudan.***Dukcapil
Komentar
Komentar di nonaktifkan.