Jakarta - Selama 6 tahun terakhir, Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri telah mencetak 3 kali langkah besar atau milestone dalam meningkatkan kualitas layanan administrasi kependudukan di Tanah Air.
Pertama pada 2016, Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakruloh mencanangkan Program Dukcapil BISA sebagai upaya membangun budaya kerja sekaligus motor penggerak semangat kerja Korps Dukcapil di seluruh Indonesia.
"Salam Dukcapil BISA itu adalah Berkarya dengan penuh Inisiatif dan Inovatif dilandasi dengan sikap Sabar, namun tetap penuh semangat serta Adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menjaga Amanah. Inilah corporate culture-nya Dukcapil yang terus kita gelorakan tak pernah putus dari waktu ke waktu," kata Dirjen Zudan pada penutupan Bimbingan Teknis Adminduk Bagi Pejabat Administrator dan Pengawas (Eselon 3 dan 4) Dukcapil Provinsi dan Kabupaten/Kota secara virtual, Jumat (6/8/2021).
Tonggak besar kedua dicetak pada 2018 di Batam, Kepulauan Riau dengan mencanangkan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA). Gerakan ini sebagai terobosan untuk membangun ekosistem untuk mewujudkan akurasi data kependudukan
"Dengan GISA atau Gerakan Indonesia Sadar Adminduk, kita mendorong setiap penduduk sadar akan pentingnya dokumen kependudukan, kementerian/lembaga sadar pentingnya pemanfaatan data, serta petugas Dukcapil pun sadar melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya," kata Prof. Zudan.
Selanjutnya milestone ketiga dicanangkan di Makassar pada 2019, yakni Dukcapil Go Digital. Langkah konkret Dukcapil Go Digital adalah menerapkan tanda tangan elektronik (TTE) atau digital signature, mencetak dokumen kependudukan dengan kertas putih dan meninggalkan kertas security. Berkat layanan digital online penduduk pun sudah bisa mencetak secara mandiri dokumen kependudukannya dari mana pun, serta bisa juga dicetak dokumen yang dibutuhkan di Anjungan Dukcapil Mandiri, yang prinsip kerjanya mirip ATM perbankan.
"Teman-teman Dukcapil di mana pun tolong pahami betul 3 tonggak besar Dukcapil bertansformasi sehingga layanan administrasi kependudukan atau Adminduk menjadi lebih cepat lagi dan lebih mudah," tandas Dirjen Zudan.
Menurut Dirjen Zudan tiga milestone tadi juga digunakan sebagai batu lompatan untuk melaksanakan 14 langkah besar Dukcapil yang lebih awal dirumuskannya.
Ke-14 langkah besar Dukcapil itu, Ke-1, melakukan layanan terintegrasi minta satu dapat banyak. Ke-2, rekam cetak KTP tanpa pengantar apa pun cukup membawa fotokopi KK. Ke-3, perekaman KTP-el di luar domisili tanpa pengantar apa pun cukup bawa KK, masyarakat bisa cetak di mana pun. Ke-4, SPTJM untuk pembuatan akta lahir, akta mati, kawin dan cerai.
Selanjutnya langkah ke-5, bangun ekosistem data dan dokumen kependudukan. Ke-6, membuat akta kelahiran secara online. Ke-7, pemanfaatan data kependudukan untuk semua keperluan. Ke-8, pindah penduduk tanpa surat pengantar RT/RW cukup datangi Dinas Dukcapil membawa fotokopi KK. Ke-9, penyajian data kependudukan dengan data GIS. Ke-10, Dukcapil sudah menerapkan teknologi face recognition; ke-11, Dukcapil Go Digital.
Kemudian ke-12, mendirikan program Diploma 4 Dukcapil di IPDN dan FH-UNS, dan rencana D4 di Unand Padang, serta program Pasca Sarjana S2 di Unair Surabaya. Ke-13, melakukan jemput bola untuk memudahkan pelayanan KTP-el untuk pemilih pemula, kelompok rentan adminduk; dan ke-14 pemberian identitas semua usia termasuk kartu identitas anak (KIA). Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.