Jakarta — Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, menghadiri acara BRAVO Iftar 2026: Ramadan Insight yang diselenggarakan oleh XLSmart for Business di Dian Ballroom, Raffles Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Acara ini mengangkat tema “AI dan Keimanan” sebagai refleksi atas perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) di Indonesia dalam bingkai nilai-nilai spiritual Ramadan.
Dirjen Teguh Setyabudi hadir didampingi Direktur IDKN Handayani Ningrum, sementara dari XLSmart hadir Chief of Enterprise Business Solution Feby Sallyanto dan Director & Chief Enterprise Strategic Relationship Office Andrijanto.
Lebih dari 300 peserta turut hadir terdiri dari pemimpin bisnis, akademisi, dan perwakilan instansi pemerintah. Forum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah berbagi wawasan (sharing insight) mengenai peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi operasional dan pelayanan publik.
Pada sesi insight, Dirjen Teguh menjelaskan, partisipasi Dukcapil dalam forum ini sejalan dengan fokus strategis tahun 2026, yaitu transformasi digital kependudukan. Salah satu prioritas utama Dukcapil adalah peningkatan penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta penguatan infrastruktur data sebagai fondasi Digital Public Infrastructure (DPI) di Indonesia.
“IKD bukan sekadar inovasi, tetapi fondasi bagi interoperabilitas layanan publik. Kami mendorong agar IKD dapat digunakan secara luas, mulai dari sektor perbankan, kesehatan, hingga layanan sosial,” ujar Teguh.
Mengaitkan tema Ramadan, Teguh menekankan filosofi “AI dan Keimanan”. Menurutnya, teknologi hanyalah alat, sementara iman dan integritas sumber daya manusia adalah pengendali utama.
“Transformasi digital harus tetap inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. AI tidak boleh menggeser nilai kemanusiaan, melainkan memperkuatnya,” tegasnya.

Sejumlah narasumber menyoroti antara lain efisiensi operasional melalui penerapan AI di sektor swasta dan pemerintahan; keamanan data pribadi sebagai isu krusial dalam era digital; serta kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat adopsi teknologi pintar.
Panel juga menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada komitmen etika dan integritas SDM.
Dirjen Dukcapil menutup dengan menyoroti pentingnya kemitraan strategis antara pemerintah dan sektor swasta, seperti XLSmart for Business, dalam mempercepat adopsi teknologi pintar. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat efisiensi operasional nasional sekaligus menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar