Jakarta - Ada faktor penting yang kerap diabaikan untuk menggapai kesuksesan. Yaitu, meningkatkan citra diri dan mentransformasikan mental ke arah lebih positif, serta merawatnya secara berkesinambungan. Kemampuan itu disebut dengan istilah "grooming".
Menurut pakar grooming Yuliana F. Hartanto, grooming adalah keterampilan dan pengetahuan mencakup bagaimana merawat tubuh dan penampilan seseorang, mulai dari berpakaian, tutur kata, sopan santun, termasuk cara bicara, duduk, berdiri dan berjalan hingga mentransformasikan intelektual diri ke arah lebih baik.
"Ini keterampilan praktis yang sangat penting serta tidak dapat dipisahkan dari keseharian kita. Dengan cara sederhana dan populer kita dapat mempelajari beberapa poin penting untuk mendapatkan kunci-kunci kejayaan dalam kehidupan dan karir melalui pemahaman tentang grooming yang mampu meningkatkan citra diri seseorang," kata Yulie Hartanto pada sesi Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara, Penguatan Kelembagaan dan Penguatan Peran Sekretaris Dinas Dukcapil dalam Pelayanan Adminduk, di Jakarta, Selasa (16/7/2024).
Menurut Yulie yang beken sebagai "Guru Grooming", dalam dunia profesional ilmu ini sangat relevan dengan etika yang begitu esensial dalam pergaulan. "Grooming sangat memengaruhi kesuksesan karena mengedepankan pribadi yang berpenampilan menarik, beretika baik, penuh percaya diri. Sikap ini akan memudahkan kita memenangkan persaingan dan menapak tangga keberhasilan," kata Yulie yang hadir bersama putrinya Gaby Hartanto.

Gaby yang juga seorang model profesional, lebih banyak memberikan pengetahuan praktis tentang etiket, cara bicara, rasa percaya diri, serta bagaimana gesture menghadapi orang lain, hingga cara berjalan yang elegan.
Standar kunci
Kasubdit Wilayah IV, Direktorat Bina Aparatur pada Ditjen Dukcapil, Diana Anggraeni menilai peningkatan kapasitas pegawai lewat grooming ini sangat relevan dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Dukcapil kabupaten/kota.
Menurut Diana, para sekretaris dinas Dukcapil kabupaten/kota bisa menularkan ilmu tentang personal grooming kepada petugas front office (FO) ini yang sehari-hari menghadapi masyarakat yang membutuhkan pelayanan adminduk.
"Petugas FO sudah dibekali pengetahuan tentang prosedur standar penerbitan dokumen kependudukan melalui pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Pengetahuan tentang grooming bakal melengkapi keterampilan mereka menghadapi masyarakat yang datang silih berganti ke kantor Dinas Dukcapil," kata Diana Anggraeni.
Yulie Hartanto sendiri punya sejumlah standar kunci bagi petugas di loket-loket pelayanan Dinas Dukcapil.
Pertama, petugas FO Dinas Dukcapil harus tampil menarik, rapi dan sopan. "Tidak perlu dandan berlebihan, yang penting berpakaian dengan baik, menjaga kebersihan diri, dan berbicara dengan sopan. Sebab, orang datang pertama kali melihat penampilan kita."
Kedua, gestur tubuh yang welcoming sehingga masyarakat melihat si petugas siap menerima dan melayani. "Gestur tubuh ini termasuk ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang ramah, serta bibir yang dihiasi senyum tulus."
Petugas Dukcapil perlu memiliki keterampilan komunikasi yang baik. Mereka harus dapat menjelaskan prosedur pengurusan dokumen dengan jelas, mengatasi pertanyaan atau keluhan warga dengan ramah, dan memberikan informasi yang akurat.
Pendidikan grooming juga melibatkan aspek empati dan kepedulian. Petugas harus memahami situasi dan kebutuhan warga yang datang ke loket pelayanan. Dengan empati, mereka dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan membuat warga merasa dihargai.
Juga diperlukan magic word, kata-kata yang bisa dipakai bahwa Dukcapil hadir untuk bisa memberikan solusi bagi masyarakat yang mengurus dokumen kependudukan mereka.
Three Magic Words itu, ungkap Yulie Hartanto, adalah: Maaf, Tolong, dan Terima kasih.
Petugas Dukcapil seringkali menghadapi situasi yang menegangkan, seperti antrean panjang atau permintaan mendesak dari warga. "Pendidikan grooming dapat membekali mereka dengan strategi mengatasi stres dan tetap tenang dalam situasi sulit. Itulah tadi hal-hal mendasar yang pakemnya harus dimiliki semua petugas pelayanan publik," kata Yulie Hartanto. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar