Jakarta — Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri kuat berkomitmen para penyandang disabilitas tidak tertinggal dalam pelayanan administrasi kependudukan. Hal demikian dibahas dalam audiensi Founder Setara Berdaya Group (SBG) Nicky Clara, dengan Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (PPPS) Muhammad Farid di ruang kerja, Kantor Ditjen Dukcapil, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Selain membahas pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam pelayanan administrasi kependudukan, dalam pertemuan ini juga disinggung soal tantangan akses layanan publik, serta pemaparan inisiatif Setara Squad yang diinisiasi SBG sebagai program pendukung peningkatan kualitas pelayanan publik yang inklusif.
Sekadar informasi, SBG merupakan ekosistem pemberdayaan ekonomi yang berfokus pada penyandang disabilitas dan pemuda, didirikan oleh tiga perempuan inspiratif: Nicky Clara, Pratiwi Hamdhana, dan Naomi Parubak. Sejak berdiri, SBG telah memberikan manfaat kepada lebih dari 21.000 jiwa melalui berbagai program kolaborasi di seluruh Indonesia.
Dalam audiensi tersebut, Founder SBG Nicky Clara menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendorong perubahan sosial inklusif. “Kami ingin memastikan bahwa penyandang disabilitas tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga mampu menjadi pencipta peluang di era digital. Melalui Setara Squad, kami membekali mereka dengan keterampilan teknologi terkini, seperti AI dan pemasaran afiliasi, agar dapat berdaya secara mandiri,” ujar Nicky Clara.
Program Setara Squad sendiri merupakan bootcamp digital yang dirancang khusus untuk membekali penyandang disabilitas dengan keterampilan teknologi, dengan tujuan membangun ekosistem digital yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Direktur PPPS menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan kesiapan Dukcapil untuk berkolaborasi. “Dukcapil berkomitmen menghadirkan layanan yang inklusif bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas. Kolaborasi dengan Setara Berdaya Group akan menjadi langkah strategis untuk memastikan akses layanan yang lebih sederhana, berkualitas, dan berkeadilan,” tegas Muhammad Farid.
Direktur Farid menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung langkah konkret dalam implementasi program inklusif. “Kami akan menyiapkan mekanisme teknis agar kolaborasi ini dapat berjalan efektif. Dukcapil terbuka untuk inovasi yang memperkuat pelayanan publik, dan kami melihat Setara Squad sebagai mitra yang relevan untuk mendorong transformasi digital yang inklusif,” ungkap Farid.
Audiensi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat sipil, khususnya dalam memastikan hak-hak penyandang disabilitas terpenuhi secara optimal dalam pelayanan administrasi kependudukan. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar