Jakarta — Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, menyatakan bahwa Idul Fitri 1447 Hijriyah atau Tahun 2026 Masehi, bukan hanya perayaan keagamaan, melainkan juga momentum sosiologis dan spiritual untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurut Teguh, nilai Idul Fitri yang berakar pada fitrah—kembali suci—harus diwujudkan dalam tindakan sosial maupun profesional. “Idul Fitri adalah ajang rekonsiliasi sosial terbesar di Indonesia. Tradisi saling memaafkan, mudik, hingga berbagi rezeki menjadi sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Jumat (20/3/2026).
Teguh menjelaskan, Idul Fitri menghadirkan tradisi halalbihalal yang menyucikan hubungan antarwarga, tradisi mudik yang mempertemukan keluarga secara langsung, serta budaya berbagi rezeki yang memperkuat ikatan ekonomi dan sosial. Semua ini, katanya, menjadi fondasi penting bagi terciptanya masyarakat yang harmonis.
Lebih jauh, Teguh menyampaikan bahwa nilai-nilai Idul Fitri seperti ikhlas, sabar, dan peduli selaras dengan prinsip pelayanan publik yang humanis dan berintegritas. “Momentum Idul Fitri memicu aparatur pelayanan publik untuk bekerja dengan lebih ikhlas, empatik, dan responsif. Pelayanan bukan sekadar prosedur, tetapi bentuk amal sosial,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan pelayanan khusus selama libur panjang Lebaran, termasuk pengaturan arus mudik, patroli keamanan, serta optimalisasi layanan digital agar masyarakat tetap terlayani. "Momen Idul Fitri juga dijadikan refleksi kolektif bagi aparatur untuk memperbaiki kinerja dan meningkatkan kepercayaan publik," ujarnya.
Dirjen Dukcapil menutup pesannya dengan penekanan bahwa Idul Fitri adalah harmoni antara silaturahmi dan pelayanan prima. “Idul Fitri memperkuat persaudaraan dengan maaf, sekaligus meningkatkan semangat melayani dengan empati. Inilah momentum krusial bagi kehidupan sosial dan pelayanan publik yang lebih baik,” pungkas Teguh. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar