Padang - Untuk pertama kalinya dalam sejarah Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) di Tanah Air, MTQ VI Korpri Nasional di Sumatera Barat menggunakan aplikasi sistem penilaian digital (Si Pendi) dan tidak menggunakan kertas lagi (paperless).
Nofri Mulfriansyah, penggagas aplikasi Si Pendi, menjelaskan alasan dirinya berpikir pentingnya aplikasi penilaian digital bagi Dewan Hakim MTQ Korpri. Itu lantaran penilaian manual dinilainya riskan dengan berbagai kesalahan, selain juga cenderung tidak transparan.
"Selain itu, penilaian manual itu melelahkan ketika diinput panitera ke komputer karena menggunakan kertas. Belum lagi ada risiko kertas penilaian dewan hakim tercecer, yang menginput mengantuk karena kelelahan, kertas penilaian dicoret atau diganti angkanya, dan sebagainya" jelas Nofri kepada Tim Media Dukcapil di Ruang VIP Bandara MInangkabau, Ahad (13/11/2022).
Kalau sudah begitu, kata Nofri, ada potensi peserta MTQ terzalimi karena tidak punya rekapan penilaian yang akurat.
Lebih lanjut Nofri menjelaskan kelebihan aplikasi Si Pendi. "Pertama, penilaian murni dari dewan hakim dan menutup peluang rekayasa. Alur penilaian dari hakim ke panitera itu langsung melalui sistem. Panitia tinggal merekap, langsung terdata ranking dan segera dilaporkan ke dewan pengawas."
Kedua, jelas Nofri, setiap dewan hakim maupun panitera bisa melakukan kroscek karena masing-masing memegang data penilaian peserta. Di tingkat panitera pun tidak bisa 'bermain', karena keabsahan penilaian sudah dikunci dengan tanda tangan elektronik dari dewan hakim dan masih diawasi oleh tim IT.
"Tim IT pun diawasi oleh dewan pengawas, semuanya terkontrol oleh sistem, dan menutup intervensi di luar sistem. Jadi sangat transparan," ungkapnya
Namun, Nofri mengakui, sistem ini masih terdapat banyak terdapat kekurangan.
"Ke depan kami akan lebih menyempurnakan sistem. Misalnya, saat peserta usai tampil berlomba,sudah langsung muncul nilai dan rangking. Insya Allah dua tahun lagi di MTQ Korpri VII 2024 sudah bisa terwujud seperti itu," kata Nofri.
Ketua Umum Korpri Nasional, Zudan Arif Fakrulloh sangat mengapresiasi inovasi yang digagas oleh ASN di Sekretariat Dewan Pengurus Korpri Nasional ini. Zudan memang selalu mendorong ASN untuk selalu berinovasi, karena inovasi merupakan ruh bagi birokrasi.
"Saya dorong aplikasi Si Pendi ini dapat diikutsertakan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang diselenggarakan Kementerian PANRB," kata Zudan Arif Fakrulloh, Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional Periode 2022-2027. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.