Jakarta — Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh dengan agenda jemput bola pelayanan administrasi kependudukan.
Kegiatan penting ini dipimpin langsung oleh Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi, didampingi jajaran pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, yakni, Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (PPPS) Muhammad Farid, Direktur Bina Aparatur Dukcapil Erliani Budi Lestari, dan Direktur Integrasi Data Kependudukan Daerah Agus Irawan.
Turut hadir dalam rombongan Ketua Tim Kerja Identitas Penduduk Rentan Adminduk Dit Dafdukcapil Ahmad Ridwan. Dari Dit. BAPKS Kasubdit Wilayah I Diana Angraeni, Katim Teknis Wilayah Sulawesi NTT Febryan Denistya Perdana, Ketua Tim Kerja Wilayah I Zefanya Yosua Jocom, dan Andi Alan Pratama Firman dari Dit PIAK.
Selama tiga hari, rombongan bakal melakukan serangkaian kegiatan di tiga wilayah terdampak bencana, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, dan Kota Langsa. Agenda meliputi peninjauan pelayanan, pertemuan dengan kepala daerah, serta penyerahan bantuan perangkat operasional untuk memperkuat layanan administrasi kependudukan.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyampaikan komitmen pemerintah pusat untuk selalu hadir di tengah masyarakat. “Dukcapil selalu berada di garis depan untuk melayani masyarakat. Penugasan tim ke Aceh ini adalah wujud nyata bahwa negara tidak pernah absen dalam menjamin hak identitas setiap warga, sekalipun di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa pelayanan publik harus terus berjalan tanpa henti,” tegas Teguh Setyabudi.
Direktur PPPS Muhammad Farid menegaskan bahwa kehadiran Tim Jemput Bola pelayanan Adminduk Dukcapil di Aceh bukan sekadar simbolik, melainkan untuk memastikan layanan publik khususnya penerbitan dokumen kependudukan pasca bencana benar-benar berjalan.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Kota Langsa tetap mendapatkan hak administrasi kependudukan mereka. Dengan dukungan perangkat yang kami bawa dan serahkan, layanan perekaman dan pencetakan dokumen kependudukan bisa kembali berjalan optimal meski dalam kondisi keterbatasan infrastruktur,” ujar Muhammad Farid.
Untuk mendukung pemulihan layanan Adminduk di daerah terdampak bencana, Ditjen Dukcapil menyerahkan bantuan berupa perangkat perekaman dan pencetakan KTP-el. Berikut rincian bantuan tersebut:
Untuk Kabupaten Aceh Tamiang, dengan total nilai Rp 412.497.475 terdiri:
- 2 unit Mobile Enrollment G2 i7
- 3 unit Printer CR707E, 600 DPI (Card Reader + SAM)
- 6 unit CR707 PETG Ribbon CMYKR
- 3 unit CR707 Clear RTR Film
- 3 set Cleaning Card (Double Adhesive)
Untuk Kabupaten Aceh Timur dengan total nilai Rp67.265.825 terdiri:
- 1 unit Printer CR707E, 600 DPI (Card Reader + SAM)
- 2 unit CR707 PETG Ribbon CMYKR
- 1 unit CR707 Clear RTR Film
- 1 set Cleaning Card (Double Adhesive)
Dan, Kota Langsa dengan total nilai Rp 134.531.650, terdiri:
- 2 unit Printer CR707E, 600 DPI (Card Reader + SAM)
- 4 unit CR707 PETG Ribbon CMYKR
- 2 unit CR707 Clear RTR Film
- 2 set Cleaning Card (Double Adhesive)
Dengan adanya dukungan ini, kapasitas layanan Disdukcapil di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Kota Langsa diharapkan semakin kuat, terutama dalam menghadapi keterbatasan infrastruktur kelistrikan dan jaringan.
Ditjen Dukcapil menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan layanan serta memastikan hak administrasi kependudukan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar