Jakarta — Tata kelola data kependudukan yang presisi menjadi kunci utama dalam penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran. Kota Bengkulu kini resmi masuk ke dalam wilayah perluasan piloting sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital Kemensos, bergabung bersama Bengkulu Selatan dan Bengkulu Utara.
Kepastian ini mengemuka dalam pertemuan antara Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi di Command Center Ditjen Dukcapil, Jakarta, pada Rabu (14/10/2026). Audiensi tersebut berfokus pada penguatan program kependudukan dan integrasi data di wilayah Kota Bengkulu.
"Layanan adminduk sangat esensial dan mendasar bagi penduduk. Ini bukan semata identitas kependudukan, melainkan pengakuan hukum sekaligus pintu masuk untuk mendapatkan pelayanan publik lainnya, termasuk perlindungan sosial," kata Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi.

Wali Kota Dedy Wahyudi mengungkapkan, Pemkot Bengkulu saat ini terus memperkuat aplikasi super apps lokal bernama "Ado Galo" (Adol). Namun, efektivitas aplikasi ini masih membutuhkan pemadanan data kependudukan skala penuh. "Kami butuh integrasi dan menyandingkan data dengan aplikasi Adol agar pelayanan warga semakin akurat," papar Dedy.
Selain integrasi data, Dedy memaparkan Program 4 in 1 yang menjadi andalan layanan publik Kota Bengkulu. Ketika ASN atau pensiunan meninggal dunia, ahli waris tidak perlu repot mengurus administrasi ke kantor PT Taspen. Tim gabungan langsung memproses dokumen berbasis surat kematian kelurahan atau rumah sakit. Dokumen berupa buku tabungan Taspen, akta kematian, KK baru, dan KTP-el pasangan diserahkan langsung saat takziah.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi memberikan apresiasi tinggi atas program layanan kedukaan terpadu tersebut. "Kerja sama Pemkot Bengkulu dengan PT Taspen ini adalah yang pertama di Indonesia dan menjadi role model nasional," ujar Teguh. Ia menambahkan bahwa di tingkat pusat, Kemendagri juga mengintegrasikan SIAK Terpusat dengan platform SatuSehat Kemenkes, dan BPJS Kesehatan untuk penerbitan akta lahir real-time.
Teguh Setyabudi merespons positif kebutuhan integrasi data dengan super apps lokal Adol. Teguh mencatat saat ini baru ada 9 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Bengkulu yang memanfaatkan akses data kependudukan. "Metode pemanfaatan data dapat dimaksimalkan melalui web service yang tersambung langsung ke super apps daerah," terang Teguh.

Dari sisi penilaian lapangan, Direktur Bina Aparatur Dukcapil Erliani Budi Lestari menyebutkan skor kinerja Disdukcapil Kota Bengkulu berada di angka 90,00 atau 'Sangat Baik'. Angka ini mengungguli rata-rata provinsi sebesar 88,13 atau 'Baik'. Meski demikian, Erliani memintanya tetap fokus menyelesaikan sisa 2.998 warga yang belum merekam KTP-el melalui aksi jemput bola menyasar kelompok disabilitas, lansia sakit, dan ODGJ.
Erliani juga mengingatkan peningkatan aktivasi IKD yang saat ini baru menyentuh 12 persen di Kota Bengkulu. Ditjen Dukcapil mendorong pemanfaatan dashboard real-time di dinas daerah agar setiap pejabat kependudukan dapat memantau pergerakan data by name by address guna memastikan seluruh warga terdata dengan baik. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar