Jakarta — Suku Dinas Dukcapil Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu menggelar layanan jemput bola bertajuk Lantas Samudera, kependekan dari Layanan Tanpa Batas Samudera, selama dua hari di sejumlah pulau. Lewat program ini, petugas berkeliling dari pulau ke pulau untuk mengurus dokumen kependudukan warga yang tinggal jauh dari kantor pelayanan.
Kepala Sudin Dukcapil Kepulauan Seribu, Raditya Wirawan, mengatakan kegiatan ini digelar agar warga pesisir tetap bisa mengurus administrasi kependudukan tanpa harus terkendala jarak dan lautan. "Program Lantas Samudera merupakan satu kesatuan utuh dari seluruh inovasi yang kami jalankan, seperti Dukcapil Guru Tamu, Seribu Pulau Satu Data, dan Pagi Samudera," kata Raditya saat memimpin layanan di enam pulau, Jumat (21/8/2026).
Ia menjelaskan, program itu tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi untuk memastikan tidak ada warga Kepulauan Seribu yang urusan sipilnya tertunda hanya karena kendala geografis. "Melalui Lantas Samudera, kami memastikan tidak ada satu pun warga Kepulauan Seribu yang terhambat atau terabaikan hak sipilnya hanya karena kendala lautan," ujar Raditya.
Kegiatan berlangsung sejak Kamis pagi hingga Jumat, mencakup enam kelurahan dan loket pelayanan kabupaten, yaitu Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang, Pulau Tidung, Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan, ditambah Pulau Pramuka sebagai pusat pemerintahan kabupaten. Sebelum layanan digelar, petugas lebih dulu melakukan sosialisasi dan mengimbau warga untuk datang langsung ke lokasi.
Raditya memastikan seluruh layanan kependudukan dan pencatatan sipil dalam program ini tidak dipungut biaya. "Kami menjamin layanan kependudukan dan pencatatan sipil seluruhnya gratis, dan kami memastikan jika dokumen persyaratan lengkap dan dianggap valid, maka petugas wajib menyelesaikan dengan cepat menerbitkan dokumen sesuai peruntukan dan kebutuhan," jelasnya.
Sekretaris Dinas Dukcapil DKI Jakarta, M. Nurrahman, turut hadir dalam layanan Dukcapil Guru Tamu di SMA Negeri 69 Pulau Pramuka untuk memantau langsung jalannya pelayanan. Menurutnya, program ini penting untuk mempersiapkan generasi muda di Kepulauan Seribu agar tertib administrasi sejak dini. "Kami telah menyisir seluruh sekolah di Kepulauan Seribu, dan ini sangat penting dalam membentuk SDM tangguh serta warga tertib adminduk. Program Dukcapil Guru Tamu juga memberikan layanan konsultasi kependudukan, perekaman KTP pemula bagi siswa, dan bagi guru di lingkungan sekolah," ujar pria yang akrab disapa Cak Nur itu.
Nurrahman menuturkan, bertugas di wilayah kepulauan bukan pekerjaan ringan. Selain jarak dan letak geografis yang menantang, petugas juga harus memperhitungkan risiko perjalanan laut sebelum menyeberang antarpulau. "Termasuk biaya dan ketersediaan transportasi antarpulaunya," katanya.
Secara terpisah, Direktur Pendaftaran Penduduk Ditjen Dukcapil, Muhammad Farid, mengapresiasi konsistensi Sudin Dukcapil Kabupaten Kepulauan Seribu dalam menjangkau warga di wilayah kepulauan. Menurutnya, program seperti Lantas Samudera menjadi contoh baik bagaimana pelayanan administrasi kependudukan bisa hadir sampai ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau. "Kami mengapresiasi langkah Sudin Dukcapil Kepulauan Seribu yang terus konsisten menjemput warganya, sekecil dan sejauh apa pun lokasinya. Ini menunjukkan bahwa layanan adminduk memang harus hadir di tengah masyarakat, bukan menunggu warga yang datang," kata Farid saat dimintai komentarnya. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar