Yogyakarta — Reuni alumni tidak selalu berhenti pada pertemuan dan nostalgia. Di Kampus Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Hajatan Depolpe 2026 juga menjadi ruang untuk mendekatkan layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
Melalui Gerai Layanan Dukcapil, alumni, civitas akademika, hingga masyarakat sekitar dapat mengurus sejumlah kebutuhan administrasi kependudukan di sela kegiatan reuni, Sabtu (26/9/2026) lalu. Layanan yang disediakan petugas teknis Ditjen Dukcapil dan Dinas Dukcapil Kabupaten Sleman ini meliputi perekaman KTP-el, perubahan elemen data, penggantian foto KTP-el, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), perubahan Kartu Keluarga (KK), pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA), serta konsultasi administrasi kependudukan.
Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi mengatakan, kehadiran layanan tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan pelayanan adminduk kepada masyarakat. Menurut dia, masyarakat tidak perlu selalu datang ke kantor layanan jika terdapat kesempatan pelayanan di ruang publik. “Kami mengajak dosen, karyawan, maupun masyarakat yang membutuhkan layanan administrasi kependudukan untuk memanfaatkan Layanan Dukcapil di Hajatan Depolpe. Layanan ini juga bisa dimanfaatkan untuk membantu keperluan keluarga, tetangga, maupun kerabat,” ujar Teguh.

Teguh yang juga Ketua Alumni Depolpe menjelaskan, layanan adminduk dalam kegiatan tersebut menyasar kebutuhan yang dekat dengan keseharian warga. Perekaman KTP-el, misalnya, menjadi bagian penting untuk memastikan setiap penduduk memiliki identitas kependudukan yang dapat digunakan dalam mengakses berbagai pelayanan publik.
Begitu pula dengan aktivasi IKD. Layanan ini menjadi bagian dari transformasi administrasi kependudukan menuju layanan digital. Masyarakat dapat memiliki identitas kependudukan dalam format digital sekaligus memanfaatkan berbagai layanan yang terintegrasi di dalamnya.
Kehadiran Gerai Layanan Dukcapil melengkapi rangkaian Hajatan Depolpe 2026 yang mempertemukan alumni Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM dari berbagai angkatan dan profesi. Kegiatan bertema “Zona Nyaman Kangen-kangenan” itu juga diisi forum berbagi pengalaman alumni di bidang pemerintahan, politik, bisnis, kebijakan publik, akademik, media, pertahanan dan keamanan, serta masyarakat sipil.
Bagi Ditjen Dukcapil, ruang publik seperti kampus dapat menjadi titik temu yang efektif untuk memperluas jangkauan pelayanan. Masyarakat tidak hanya memperoleh informasi mengenai adminduk, tetapi juga dapat langsung berkonsultasi dan menyelesaikan kebutuhan layanan sesuai kewenangannya.
Hajatan Depolpe 2026 berlangsung di Kampus Fisipol UGM, Bulaksumur, Yogyakarta. Pertemuan alumni tersebut akhirnya tidak sekadar menjadi ruang untuk kembali mengenang masa kuliah, tetapi juga menghadirkan manfaat layanan yang dapat dirasakan masyarakat. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar