Jakarta — Antrean warga yang tampak berbaur dengan pegawai Kementerian Dalam Negeri, datang mengerumuni booth layanan jemput bola administrasi kependudukan di Plaza Gedung A Kemendagri sepanjang 12 hingga 14 Agustus 2026. Bukan pemandangan yang aneh sebenarnya di lingkungan Kemendagri, hanya saja kali ini konteksnya berbeda. Layanan itu hadir di sela gelaran Bazaar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendagri 2026, dan hasilnya cukup mengejutkan, yakni sebanyak 949 dokumen kependudukan berhasil diselesaikan hanya dalam tiga hari.
Capaian ini tak lepas dari peran Tim Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) di bawah Ditjen Dukcapil Kemendagri. Lewat gerai layanan yang dibuka selama bazaar berlangsung, tim ini kembali membuktikan bahwa urusan adminduk bisa dijangkau tanpa harus repot mendatangi kantor pelayanan formal.

Jika dirunut hari demi hari, tren pelayanan justru menunjukkan grafik menanjak. Pada hari pertama, Rabu (12/8/2026), tercatat 224 dokumen diselesaikan, terdiri dari 135 cetak KTP-el, 18 penggantian foto KTP-el, dan 71 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Angka itu melonjak keesokan harinya menjadi 337 dokumen, mencakup 3 perekaman KTP-el, 160 cetak KTP-el, 62 ganti foto, serta 112 aktivasi IKD.
Puncaknya terjadi pada hari terakhir, Jumat (14/8/2026), dengan 388 dokumen terlayani. Rinciannya 4 perekaman KTP-el, 192 cetak KTP-el, 71 ganti foto, dan 121 aktivasi IKD. Pola ini mengindikasikan satu hal sederhana: makin lama bazaar berlangsung, makin banyak pula warga yang tergerak memanfaatkan momentum tersebut untuk membereskan dokumen kependudukan mereka.

Plh. Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (Dafdukcapil) Ahmad Ridwan mengaku cukup terkesan dengan antusiasme yang ditunjukkan masyarakat selama tiga hari pelaksanaan. Menurutnya, angka itu sekaligus menjadi cermin masih tingginya kebutuhan warga terhadap layanan administrasi kependudukan, bahkan di tengah kesibukan ibu kota. "Capaian 949 dokumen dalam tiga hari ini menunjukkan betapa besar kebutuhan masyarakat terhadap layanan Adminduk. Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran yang telah bekerja cepat, sigap, dan tetap menjaga kualitas pelayanan," ujarnya.
Sesditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam yang mendampingi Wakil Mendagri Bima Arya Sugiarto dalam bazaar turut memberikan catatan di penghujung kegiatan. Baginya, gelaran semacam ini tidak boleh dipandang sebagai seremoni belaka, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Ia berharap semangat pelayanan yang adaptif dan inovatif seperti ini terus dijaga, tanpa mengorbankan kehati-hatian dalam setiap proses. "Bazaar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bukti nyata kehadiran Dukcapil di tengah masyarakat. Mari kita terus bekerja dengan kompak, penuh integritas, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian agar setiap layanan benar-benar memberi manfaat bagi warga," tandasnya. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar