Jakarta — Suasana hangat yang ditimpali rasa haru mewarnai ruang kerja Direktorat Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (Dafdukcapil), Gedung B lantai 4, Kantor Ditjen Dukcapil, Jakarta, Jumat (30/10/2026) petang. Jajaran pimpinan dan staf berkumpul melepas purna bhakti Ahmad Ridwan, sosok birokrat yang mendedikasikan pengabdian panjangnya untuk penguatan identitas kependudukan di Indonesia.
Ahmad Ridwan mengakhiri masa tugasnya dengan mengemban amanah sebagai Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Dafdukcapil sekaligus Ketua Tim Kerja Identitas Penduduk dan Penduduk Rentan Adminduk. Sebelumnya, di hari yang sama dalam acara terpisah usai senam pagi, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi memimpin acara serah terima jabatan secara sederhana. Posisi Plh. Direktur Dafdukcapil secara resmi diserahterimakan dari Ahmad Ridwan kepada Patrice Rondonuwu, yang juga menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum (Subdit Gakkum) pada Direktorat Bina Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil (BAKPS) Ditjen Dukcapil Kemendagri.
Acara syukuran dan ramah tamah serah terima jabatan ini dihadiri langsung oleh Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi. Turut mendampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Dian Andy Permana beserta jajaran direktur di lingkungan Ditjen Dukcapil, yaitu Direktur IDKD Handayani Ningrum, Direktur Bina Aparatur Erliani Budi Lestari, Direktur PIAK Muhammad Nuh Al Azhar, dan Direktur IDKN Irvan Amirullah.
Kesan mendalam juga terlihat dari hadirnya Direktur Dafdukcapil definitif, Muhammad Farid. Di tengah padatnya jadwal mengikuti Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) di Lemhannas, Farid menyempatkan diri hadir secara langsung untuk memberikan penghormatan terakhir kepada rekannya tersebut.
Dalam sambutannya, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi mengapresiasi tinggi rekam jejak dan integritas Ahmad Ridwan selama bertugas. Teguh menilai, kepemimpinan dan dedikasi Ahmad Ridwan telah memberikan kontribusi nyata dalam mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada seluruh lapisan masyarakat. "Pak Ahmad Ridwan adalah teladan tentang bagaimana seorang ASN bekerja dengan hati. Beliau tidak hanya menyelesaikan tugas administratif, tetapi turun langsung memastikan kelompok masyarakat rentan—seperti warga disabilitas, masyarakat adat, hingga penghuni panti sosial—mendapatkan hak identitas kependudukannya," ujar Teguh Setyabudi.
Teguh menegaskan, pengabdian di bidang kependudukan memiliki dampak langsung terhadap keadilan sosial. Tanpa dokumen kependudukan yang sah, masyarakat sulit mengakses berbagai layanan dasar negara, mulai dari bantuan sosial, fasilitas kesehatan, hingga pendidikan. "Kerja keras Pak Ridwan dan tim menjadi pilar penting keberhasilan program layanan proaktif Dukcapil. Integritas dan semangat pantang menyerah yang beliau wariskan tentu akan dilanjutkan oleh kepemimpinan yang baru di bawah estafet Saudara Patrice Rondonuwu," kata Teguh menambahkan.

Sementara itu, Ahmad Ridwan menyampaikan rasa terima kasih dan rasa syukurnya atas dukungan penuh dari seluruh jajaran pimpinan dan rekan kerja selama bertugas. Ia meyakini, di bawah kepemimpinan baru, soliditas tim Dafdukcapil akan terus membawa pelayanan adminduk semakin inklusif dan modern.
Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata, ramah tamah, dan foto bersama. Purna tugas Ahmad Ridwan menandai selesainya satu babak pengabdian resmi sebagai birokrat, namun jejak kepeduliannya pada pemenuhan hak sipil masyarakat akan terus menjadi inspirasi bagi pelayanan publik Ditjen Dukcapil ke depan. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar