Saumlaki — Melintasi ribuan kilometer udara dan laut, tim Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri bersama Dinas Dukcapil Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar layanan jemput bola dokumen kependudukan pada 12–17 Oktober 2026. Langkah proaktif ini menyasar wilayah kategori cakupan kinerja rendah guna memastikan hak sipil warga perbatasan Maluku terpenuhi secara setara.
Perjalanan tim bermula dari Jakarta menuju Saumlaki, Kepulauan Tanimbar. Mereka menempuh rute penerbangan panjang dan transit di Bandara Pattimura, Ambon, sebelum mendarat di Bandara Mathilda Batlayeri (SXK). Medan geografis yang menantang tak menyurutkan langkah tim untuk langsung mendatangi titik-titik pelayanan di pulau-pulau perbatasan.
Selama lima hari beroperasi, tim menyisir lima wilayah strategis. Pelayanan diawali Senin (12/10/2026) di Desa Arui Bap dan SMAN 4 Tanimbar, berlanjut ke Kecamatan Selaru pada Selasa (13/10/2026). Layanan kemudian menjangkau Kecamatan Nirunmas pada Rabu (14/10/2026), Kecamatan Kormomolin pada Kamis (15/10/2026), serta ditutup di SMAS Kristen Saumlaki dan Kelurahan Tanimbar Selatan pada Jumat (16/10/2026).
Antusiasme warga terpancar di setiap lokasi pengurusan. Sepanjang kurun waktu 12–16 Oktober 2026, tim berhasil menerbitkan total 1.835 dokumen administrasi kependudukan. Rinciannya mencakup 297 perekaman KTP-el baru, pencetakan 542 KTP-el, pengurusan 593 Kartu Keluarga (KK), penyediaan 46 Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI), aktivasi 146 Identitas Kependudukan Digital (IKD), penerbitan 178 Akta Kelahiran, 24 Akta Kematian, serta 6 Akta Perkawinan.

Plh. Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil Ditjen Dukcapil Kemendagri, Ahmad Ridwan, memantau langsung pergerakan tim dari Jakarta. Ia menegaskan pentingnya keberadaan negara di tengah masyarakat perbatasan dan pulau-pulau terluar. "Jarak geografis tidak boleh menjadi penghalang warga memperoleh identitas sah. Jemput bola ini adalah wujud nyata komitmen kami mendekatkan layanan publik, sekaligus memastikan tidak ada warga di kawasan perbatasan Maluku yang terabaikan," tegas Ahmad Ridwan dari Jakarta.
Dinamika lapangan turut mewarnai akhir penugasan tim di Tanimbar. Jadwal kepulangan tim ke Jakarta yang semula dirancang Sabtu (17/10/2026) terpaksa dibatalkan akibat pembatalan seluruh penerbangan dari dan menuju Ambon oleh pihak Bandara Pattimura. Kebijakan ini dipicu oleh bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Maluku. Kepulangan tim dijadwalkan ulang pada Selasa (20/10/2026) menuju Ambon, sebelum melanjutkan penerbangan ke Jakarta pada Rabu (21/10/2026).
Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyambut hangat aksi kolaborasi intervensi pusat ini. Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Julius Sumanik, menyampaikan bahwa kehadiran tim Ditjen Dukcapil memberi dorongan besar bagi percepatan kepemilikan dokumen warga lokal. "Sinergi ini sangat membantu kami menjangkau warga sekolah dan masyarakat di pelosok desa yang memiliki keterbatasan akses transportasi ke ibu kota kabupaten. Dokumen yang terbit langsung membawa manfaat nyata bagi perlindungan hak-hak warga kami," tutur Julius.
Secara terpisah, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, memberikan arahan tegas terkait penguatan pelayanan di daerah berkinerja rendah dan berisiko terisolasi. Ia meminta seluruh jajaran terus bergerak aktif tanpa menunggu masyarakat datang. "Prinsip utama layanan Dukcapil adalah inklusif dan berkeadilan. No one left behind. Kita harus proaktif menjangkau wilayah 3T dan daerah berkinerja rendah agar setiap warga negara mengantongi dokumen kependudukan sebagai fondasi akses layanan dasar lainnya," tegas Teguh Setyabudi. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar