Serui — Jarak dan tantangan geografis tak lagi menjadi penghalang bagi warga Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, untuk memperoleh dokumen kependudukan. Tim gabungan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri bersama Dinas Dukcapil Kabupaten Yapen menggelar aksi pelayanan jemput bola selama lima hari, 13–17 Oktober 2026. Fokus utama gerakan ini menyasar masyarakat rentan dan warga di kawasan pelosok.
Pelayanan dipusatkan di Kantor Distrik Angkaisera, sekitar 12 kilometer dari Ibukota Yapen di Serui. Sejak hari pertama, antusiasme warga memuncak. Mereka berbondong-bondong datang untuk melakukan perekaman KTP elektronik, mengurus kartu keluarga, hingga mencatatkan akta kelahiran dan perkawinan. Kehadiran petugas di tengah permukiman memangkas kendala ongkos dan waktu tempuh menuju ibu kota kabupaten.
Dalam aksi kurun waktu 13–16 Oktober 2026 saja, tim berhasil menerbitkan sebanyak 1.763 dokumen kependudukan. Rinciannya meliputi 341 perekaman KTP-el baru, pencetakan 560 KTP-el, pengurusan 454 Kartu Keluarga (KK), penyediaan 127 Kartu Identitas Anak (KIA), aktivasi 102 Identitas Kependudukan Digital (IKD), penerbitan 155 Akta Kelahiran, 13 Akta Kematian, serta 11 Akta Perkawinan.
Wakil Ketua Tim Teknis Bidang Identitas Penduduk pada Direktorat Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sesario Fernandes, menegaskan bahwa kepemilikan dokumen adminduk adalah hak dasar setiap warga negara tanpa terkecuali. "Negara hadir langsung memotong jarak dan prosedur. Dokumen kependudukan ini merupakan kunci pembuka akses layanan publik penting lainnya, mulai dari bantuan sosial, fasilitas kesehatan BPJS, hingga pendataan pendidikan anak-anak di Yapen," ujar Sesario Fernandes yang memimpin langsung rombongan jemput bola di lapangan.

Pelaksanaan layanan dari hari ke hari menunjukkan konsistensi pelayanan yang tinggi. Pada hari pertama, Selasa (13/10/2026), tim memproses 484 dokumen adminduk. Jumlah tersebut meningkat pada Rabu (14/10/2026) dengan menerbitkan 537 dokumen. Memasuki hari ketiga dan keempat, petugas melayani berturut-turut 439 dan 303 dokumen adminduk.
Langkah ini mendapat apresiasi penuh dari pemerintah daerah setempat. Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Yapen, Harold Wenno, menyatakan kolaborasi bersama pusat memberikan dampak nyata dalam mempercepat penuntasan kepemilikan dokumen identitas bagi penduduk Yapen. "Sinergi bersama Ditjen Dukcapil Kemendagri sangat membakar semangat kami di daerah. Pola jemput bola ini terbukti efektif menjangkau masyarakat rentan yang selama ini kesulitan mendatangi kantor dinas," ungkap Harold Wenno.
Upaya memasifkan pelayanan hingga ke wilayah pelosok kepulauan sejalan dengan arah kebijakan strategis pusat. Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, menekankan pentingnya pemerataan cakupan layanan administrasi kependudukan di seluruh pelosok Tanah Air secara inklusif. "Prinsip utama Dukcapil adalah no one left behind. Seluruh jajaran wajib proaktif menjangkau warga rentan, kawasan 3T, serta wilayah kepulauan agar setiap warga terdata secara sah dan terlindungi hak-hak sipilnya," tegas Teguh Setyabudi. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar