Labuan Bajo – Dedikasi tinggi ditunjukkan oleh Tim Aksi Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Usai menuntaskan misi kemanusiaan tanggap bencana gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), perjuangan tim ternyata belum usai. Rencana kepulangan mereka ke ibu kota tertahan akibat erupsi dahsyat Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur.
Erupsi yang terjadi pada Kamis (27/8/2026) melontarkan kolom abu kelabu setebal 2.500 meter di atas puncak. Disertai dentuman keras dan getaran kuat yang memicu kepanikan warga Flores Timur hingga Sikka, abu vulkanik berembus ke arah barat dan barat daya. Kondisi ini membuat Badan Geologi menetapkan status Gunung Lewotobi Laki-laki pada Level III (Siaga) dan memaksa otoritas membatalkan seluruh penerbangan di Bandara Frans Seda, Maumere, demi keselamatan penerbangan.

Langkah strategis di lapangan
Menghadapi penutupan total ruang udara Maumere, Tim Ditjen Dukcapil bergerak cepat menyusun rute alternatif darat dan udara untuk memastikan seluruh personil dapat kembali ke Jakarta dengan selamat. Koordinasi lintas wilayah pun dilakukan. Tim berkoordinasi intensif dengan penyedia jasa travel serta jajaran Dinas Dukcapil Kabupaten Flores Timur untuk memantau pergerakan arah angin abu vulkanik yang dinamis.
Setelah berembug dan berkoordinasi dengan Pemda Sikka, tim pimpinan Plh. Direktur Pendaftaran Pendudukan dan Pencatatan Sipil, Ahmad Ridwan memutuskan untuk menembus jalur darat. Pada Minggu (30/8/2026) pagi pukul 06.00 WITA, tim bertolak dari Maumere menempuh perjalanan darat selama 3 jam menggunakan dua armada travel menuju Kabupaten Ende.
Transit via Labuan Bajo
Dari Bandara H. Hasan Aroeboesman, Ende, tim melanjutkan penerbangan dengan Wings Air menuju Kabupaten Manggarai Barat dengan Ibu Kota Labuan Bajo. Tim menginap satu malam di Labuan Bajo sebelum melanjutkan penerbangan langsung menuju Jakarta dari Bandara Internasional Komodo pada Senin (31/8/2026) sore.
Perjalanan melintasi Flores, ini menjadi bukti nyata komitmen pelayanan Dukcapil PRIMA. Bukan hanya saat menerjang daerah bencana untuk melayani dokumen kependudukan warga terdampak, namun juga ketangguhan mental para personil saat menghadapi dinamika alam di lapangan demi kembali ke basis tugas. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar