Maumere — Tim Tanggap Bencana Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri bersama Dinas Dukcapil Kabupaten Sikka merampungkan tiga hari pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) darurat di wilayah terdampak gempa bumi. Pelayanan yang berlangsung sejak Rabu (26/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026) tersebut mencatatkan total penerbitan sebanyak 2.137 dokumen kependudukan dan pencatatan sipil bagi masyarakat terdampak.
Pelayanan jemput bola tersebut dipimpin secara langsung oleh Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Dafdukcapil Ahmad Ridwan, bersanding dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sikka, Fitrianita Kristiani. Tim gabungan ini menyisir tiga wilayah sasaran secara bertahap selama tiga hari berturut-turut. Rangkaian operasional dimulai pada Rabu (26/8/2026) di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, yang memproses sebanyak 821 dokumen. Layanan kemudian bergeser ke Desa Kringa di kecamatan yang sama pada Kamis (27/8/2026), dan berhasil menerbitkan 813 dokumen. Penutupan penugasan lapangan berlangsung pada Jumat (28/8/2026) di Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, dengan menyelesaikan 503 dokumen kependudukan.
Kebutuhan fisik atas dokumen identitas mendominasi hasil pelayanan. Hal ini terbukti dengan pencetakan KTP-el menjadi layanan terbanyak dengan angka mencapai 961 lembar, disusul oleh penerbitan Kartu Keluarga sebanyak 578 berkas. Petugas di lapangan juga melakukan perekaman data baru KTP-el bagi 186 warga, serta menerbitkan 173 akta kelahiran dan 133 Kartu Identitas Anak.
Selain dokumen dasar tersebut, tim melayani pula aspek legalitas sipil dan pembaruan data digital masyarakat. Hal ini mencakup aktivasi Identitas Kependudukan Digital bagi 79 pemohon, penerbitan 74 Surat Keterangan Pindah WNI, 51 akta kematian, serta 22 akta perkawinan bagi warga yang membutuhkan pembaruan status pascabencana. Selain layanan adminduk, tim lapangan turut membagikan bantuan logistik berupa makanan ringan dan susu untuk anak-anak serta lansia di lokasi pelayanan.

Dampak bencana di lokasi pelayanan
Berdasarkan hasil pendataan di wilayah operasional, gempa bumi ini menimbulkan dampak kerusakan dan gelombang pengungsian yang bervariasi di dua kecamatan. Di Kecamatan Talibura, dari total populasi yang mencapai 25.879 jiwa, tercatat sebanyak 4.371 warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mengungsi. Meskipun jumlah pengungsi di wilayah ini cukup tinggi, kerusakan pada sektor perumahan relatif terbatas. Pendataan lapangan menunjukkan hanya delapan unit rumah yang mengalami rusak ringan, 13 unit rusak sedang, dan satu unit rumah dinyatakan rusak berat.
Kondisi struktural yang berbeda ditemukan di Kecamatan Alok Timur. Wilayah dengan jumlah penduduk lebih padat, yakni 35.202 jiwa ini, mencatatkan jumlah pengungsi yang lebih sedikit, yaitu 1.421 jiwa. Namun, kerusakan infrastruktur pemukiman di Alok Timur tercatat jauh lebih masif dibandingkan Talibura. Gempa mengakibatkan 203 bangunan rumah warga mengalami rusak ringan. Selain itu, terdapat 26 unit rumah yang mengalami rusak sedang, serta 13 unit rumah lainnya rusak berat akibat guncangan.
Dukungan sarana
Dalam rangkaian kegiatan darurat, Ahmad Ridwan bersama Fitrianita Kristiani menghadiri Rapat Koordinasi bersama Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, dan Wakil Bupati Simon Subandi Supriadi beserta jajaran Pemkab Sikka. Pada pertemuan tersebut, Ditjen Dukcapil menyerahkan bantuan sarana prasarana penunjang operasional, yang terdiri atas: 1 unit mobile enrollment untuk dipinjam-pakai; serta hibah perangkat dan logistik berupa 1 unit printer inkjet, 2 outer blangko KTP-el, 1 ribbon, 1 film, 1 cleaning kit, 1 unit Starlink, dan 1 unit modem M2M (Machine-to-Machine).
Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka menyampaikan apresiasi atas respons cepat pelayanan adminduk darurat dari Tim Ditjen Dukcapil Kemendagri. Bupati Juventus Prima menyatakan komitmen pengalokasian APBD untuk penyiapan sarana pendukung dan keberlanjutan program pelayanan jemput bola Disdukcapil di wilayah Kabupaten Sikka. "Pemerintah Kabupaten Sikka menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ditjen Dukcapil Kemendagri atas respons cepat dalam memberikan pelayanan adminduk kepada masyarakat kami yang terdampak gempa. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengalokasian APBD untuk penyiapan sarana dan prasarana pendukung, sehingga program pelayanan jemput bola Disdukcapil dapat terus berjalan secara optimal," ujar Bupati Juventus.
Rangkaian penugasan Tim Tanggap Bencana Ditjen Dukcapil di Kabupaten Sikka resmi berakhir pada Sabtu (29/8/2026). Seluruh personel tim dijadwalkan bertolak kembali ke Jakarta menggunakan penerbangan transit via Makassar. Namun, sayangnya, penerbangan hari ini terpaksa dibatalkan oleh otoritas bandara lantaran erupsi Gunung Lewotobi. Penerbangan dialihkan Minggu (30/8/2026) ke Kupang, NTT. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar