Jakarta — Bakda Dzuhur di Masjid Nurul Falah, Jakarta, Senin (16/3/2026), menjadi saksi tausiyah penuh makna dari Dirjen Teguh Setyabudi. Siang hari itu dalam masjid yang adem di kantor bersama Ditjen Bina Pemdes dan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Jl. Raya KH Guru Amin, Pasar Minggu, sudah memasuki hari ke-26 Ramadan 1447 H. Namun jamaah solat Dzuhur tetap ramai menyimak kultum yang disampaikan Dirjen Dukcapil.
Teguh menyampaikan inti pesan bahwa sebagai pegawai pemerintah, ASN—wabil khusus lingkup Ditjen Dukcapil dan Bina Pemdes—perlu mengubah mindset atau pola pikir terhadap pekerjaan. Sebab, menurut Dirjen Teguh, bekerja bukan sekadar menjalankan rutinitas, melainkan sebagai bagian dari ibadah, sarana aktualisasi diri, dan kontribusi bermakna.
“Bagaimana sih kita kerja yang baik? Bagaimana menjadi kerja yang sukses? Dan kemudian kerja yang baik meraih sukses sekaligus berharap mendapatkan berkah rida dari Allah SWT. Ini yang saya coba sampaikan pada kesempatan ini,” ujar Teguh, yang juga pernah menjabat sebagai Penjabat Gubernur DKI Jakarta.
Menurutnya, bekerja itu bukan hanya aktivitas fisik mencari nafkah. Tetapi juga mencakup kerja dengan hati (ikhlas), tuntas, dan berorientasi pada nilai/manfaat. "Ini yang dapat mengubah lelah kita menjadi dedikasi dan pertumbuhan. Sebuah transformasi mental dan spiritual yang mengubah capek fisik/mental menjadi energi positif untuk berkembang. Ini bukan sekadar bekerja keras, melainkan menemukan makna di balik rasa capek tersebut," ulas Dirjen Teguh.
Lebih jauh Teguh menerangkan bagaimana caranya agar kerja-kerja para ASN bukan sekadar rutinitas, tetapi terhitung juga di sisi Allah sebagai ibadah. "Hal ini hanya jika dilakukan dengan niat yang benar, amanah, dan profesional."
Ia menegaskan, setiap amal tergantung pada niat. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim. “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Kalau niat kita bekerja untuk menafkahi keluarga, memberi manfaat bagi masyarakat, maka insya Allah pekerjaan kita akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” jelasnya.

Selain niat, Teguh juga menyoroti pentingnya amanah dan kejujuran. Ia mengutip QS. An-Nisa ayat 58 yang memerintahkan untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak. “Bekerja dengan amanah berarti menjaga kepercayaan yang diberikan pimpinan, pemimpin, dan masyarakat. Jangan mengambil hak yang bukan milik kita. Jaga kepercayaan itu dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Teguh kemudian mengingatkan bahwa kejujuran dan tanggung jawab adalah fondasi utama dalam profesi.
“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, ia menyempurnakannya, atau menyelesaikannya secara profesional (itqan) dan tuntas,” kutipnya dari hadits riwayat HR. Thabrani (dalam Al-Mu’jam al-Awsath).
Ia menambahkan, kerja yang baik bukan hanya menghasilkan kesuksesan duniawi, tetapi juga mendatangkan keberkahan dan rida Allah SWT. “Kalau kita bekerja dengan niat yang lurus, amanah, jujur, dan penuh tanggung jawab, maka kerja kita bukan hanya sukses di mata manusia, tapi juga menjadi amal ibadah yang dicintai Allah SWT,” pungkasnya.
Kultum ini menjadi pengingat bagi jajaran Ditjen Dukcapil dan Bina Pemdes bahwa Ramadan adalah momentum untuk memperkuat niat, amanah, dan profesionalisme dalam bekerja, demi pelayanan publik yang lebih baik dan penuh keberkahan. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar