Jakarta — Suasana Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (12/3/2026) sore menjelang berbuka puasa terasa istimewa. Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Dukcapil menghelat acara istimewa yakni Rilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025.
Acara bertema “Potret Keragaman Indonesia Dalam Satu Data Kependudukan Nasional” ini digelar secara hybrid: sekitar 200 peserta hadir langsung, sementara lebih dari 1.000 peserta dari berbagai daerah mengikuti secara daring melalui Zoom dan kanal resmi @DukcapilKemendagri di YouTube, Instagram, dan TikTok.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi mewakili Menteri Dalam Negeri membuka acara dengan satu pesan yang kuat. "Data kependudukan adalah fondasi bagi berbagai kebijakan negara, mulai dari pelayanan publik, pembangunan demokrasi, perencanaan pembangunan hingga alokasi anggaran. Oleh karena itu akurasi dan ketunggalan data menjadi kunci,” ujarnya.
Pada sesi pemaparan, Dirjen Teguh Setyabudi memaparkan secara gamblang Data Kependudukan Bersih Semester II Tahun 2025 sebagai sebuat potret keragaman yang memotret betapa luasnya Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Dirjen Teguh Setyabudi seperti membentangkan sebuah peta raksasa di hadapan hadirin dan pemirsa di seluruh Indonesia. Salah satunya menyebutkan, tiga provinsi berpenduduk terbesar, yaitu Jawa Barat (52,2 juta jiwa), Jawa Timur (42,2 juta jiwa), dan Jawa Tengah (38,6 juta jiwa).
Sedangkan tiga provinsi berpenduduk terkecil adalah Papua Barat (588 ribu jiwa), Papua Selatan (588 ribu jiwa), dan Papua Barat Daya (632 ribu jiwa). "Data ini menegaskan bahwa kepadatan penduduk memang tidak merata, namun semuanya tetap terintegrasi dalam satu sistem kependudukan nasional," kata Teguh Setyabudi.
Kabupaten dan Kota: Dari Bogor hingga Supiori
Pada tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terbesar, mencapai hampir 6 juta jiwa. Disusul Kabupaten Bandung (3,9 juta jiwa) dan Kabupaten Tangerang (3,5 juta jiwa).
Sebaliknya, wilayah dengan penduduk paling sedikit adalah Kabupaten Supiori (29 ribu jiwa), Kepulauan Seribu (30 ribu jiwa), dan Tana Tidung (30 ribu jiwa).
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi mengibaratkan data ini sebagai taman luas dengan bunga beraneka warna: “Setiap wilayah, besar maupun kecil, adalah bagian dari keindahan Indonesia. Satu data kependudukan memastikan semua jenis bunga tercatat, sehingga keragaman itu tetap terjaga," ujarnya bertamsil.
Sementara dari sisi perpindahan dan dinamika penduduk Indonesia memang merupakan salah satu negara dengan mobilitas penduduk yang sangat kompleks. Perpindahan penduduk paling dinamis terjadi di Kabupaten Bogor (133 ribu), Kabupaten Bekasi (104 ribu), Kabupaten Bandung (96 ribu), Kabupaten Tangerang (87 ribu), dan Kota Batam (80 ribu). "Data ini menunjukkan betapa mobilitas masyarakat menjadi bagian dari denyut kehidupan bangsa, seperti arus sungai yang terus mengalir dari satu daerah ke daerah lain."
Apalagi, sambung Teguh, Indonesia memiliki tradisi urbanisasi dan migrasi sirkuler (penduduk yang bergerak antarwilayah tanpa menetap permanen) yang sangat tinggi. "Arus mudik lebaran yang sebentar lagi bakal berlangsung, sering dicatat sebagai salah satu pergerakan manusia tahunan terbesar di dunia," ulas Dirjen Teguh.
Selanjutnya dari sisi angka kelahiran tertinggi tahun 2025, tercatat tiga provinsi yaitu Jawa Barat (438 ribu), Jawa Timur (363 ribu), dan Jawa Tengah (363 ribu). "Total akta kelahiran yang diterbitkan mencapai 5,8 juta, dengan 23,4 persen di antaranya diterbitkan dalam 30 hari setelah kelahiran. Semakin cepat akta kelahiran diterbitkan, semakin cepat pula hak-hak sipil anak dapat terpenuhi,” jelas Teguh. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar