Batam — Transformasi digital layanan administrasi kependudukan bukan hanya soal aplikasi baru atau jaringan internet yang stabil. Lebih dari itu, ia adalah komitmen menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan merata hingga ke pelosok negeri. Itulah pesan utama dari kunjungan monitoring Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri ke Disdukcapil Kota Batam.
Dipimpin Sekretaris Ditjen Dukcapil, Hani Syopiar Rustam, tim turun langsung ke loket pelayanan, memeriksa kesiapan server, perangkat komputer, hingga alat cetak KTP-el dan kartu identitas anak (KIA). Tidak berhenti di pusat kota, rombongan juga meninjau Kecamatan Belakangpadang, wilayah hinterland Batam, untuk memastikan jaringan komunikasi data (Jarkomdat) benar-benar menjangkau masyarakat kepulauan.
Menurut Sesditjen Hani, keberhasilan transformasi layanan adminduk tidak hanya bergantung pada aplikasi, tetapi juga kesiapan infrastruktur pendukung. “Pelayanan adminduk sekarang sangat bergantung pada sistem digital. Karena itu, kesiapan server, perangkat, dan jaringan komunikasi data harus benar-benar dipastikan agar masyarakat tidak mengalami kendala saat mengurus dokumen kependudukan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa monitoring ini bukan sekadar inspeksi teknis, melainkan bagian dari upaya memastikan keadilan layanan. “Tujuan kami datang adalah melihat langsung bagaimana pelayanan berjalan di lapangan, sekaligus memastikan bahwa transformasi digital tidak hanya dirasakan di kota besar, tetapi juga menjangkau daerah kepulauan,” tambahnya.

Kepala Disdukcapil Kota Batam, Sri Miranthy Adisthy, menyambut baik dukungan Ditjen Dukcapil. “Monitoring ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, mudah, dan nyaman, termasuk di wilayah hinterland,” katanya.
Saat ini, Disdukcapil Batam tengah mengembangkan sistem baru berbasis aplikasi yang diharapkan lebih efektif dan mudah diakses masyarakat. Dukungan Jarkomdat dari Ditjen Dukcapil menjadi tulang punggung konektivitas, sehingga layanan digital dapat berjalan stabil dan efisien.
Dengan langkah ini, transformasi digital adminduk tidak hanya menjadi jargon, tetapi hadir nyata di loket pelayanan, di layar aplikasi, bahkan hingga ke pulau-pulau kecil. Dukcapil ingin memastikan bahwa setiap warga, di manapun berada, berhak atas layanan kependudukan yang modern dan tepercaya. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar