Jakarta — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri menggelar acara Halal Bi Halal sekaligus peringatan Hari Kartini di Ruang Rapat Gedung C Lantai 4 Ditjen Bina Pemerintahan Desa, Jakarta, Kamis (30/4/2026). Acara berlangsung hangat dengan tema “Mix & Match Anti Ribet: Warna Pas, Outfit Cerdas!” menghadirkan narasumber Colorbydhesy.
Ketua DWP Ditjen Dukcapil, Ibu Ika Teguh Setyabudi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi, melainkan sarana tulus untuk saling memaafkan, mempererat persaudaraan, dan memperkuat kebersamaan. “Mari kita jadikan Halal Bi Halal ini bukan hanya sebagai tradisi, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk memperbaiki diri, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Ibu Ika Teguh juga mengajak seluruh anggota DWP untuk meneladani semangat juang Raden Ajeng Kartini. “Kita adalah Kartini masa kini, berani bermimpi, berani belajar, berani berkarya, dengan tanggung jawab turut serta dalam pembangunan nasional di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, maupun budaya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ibu Ika menyoroti peran strategis perempuan sebagai garda terdepan dalam keluarga. Ia berharap anggota DWP mampu menanamkan nilai kebangsaan, menciptakan keluarga harmonis, sekaligus mendidik anak-anak agar menjadi generasi unggul. “Perempuan berdaya, anak terlindungi, menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

Menutup pidatonya, Ibu Ika menyampaikan pantun penuh semangat: "Burung merpati terbang ke kota, hinggap sebentar di dahan jati. Mari kita teruskan cita-cita, semangat juang RA Kartini."
Acara juga diisi dengan sesi inspiratif dari narasumber Colorbydhesy yang membawakan materi Mix & Match Anti Ribet: Warna Pas, Outfit Cerdas! sebagai bentuk nyata kontribusi DWP dalam memaknai cita-cita Kartini, sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dhesi Hapsari, owner Colorbydhesy dan pemegang Certified Color Analyst, mengajak ibu-ibu anggota DWP Ditjen Dukcapil berani menciptakan padu padan busana yang cerdas dan menarik, dengan menguasai permainan warna.
Semua dimulai dari pemahaman tiga aturan dasar warna: Teknik monokromatik yang mengandalkan gradasi satu warna untuk kesan simpel, teknik analog dengan menggabungkan warna-warna bersebelahan yang harmonis, serta teknik komplementer yang berani menabrakkan warna berseberangan untuk tampilan yang meninggalkan kesan mendalam.
"Untuk menerapkannya sehari-hari, gunakan rumus praktis agar komposisi pakaian tetap seimbang. Terapkan aturan proporsi 60-30-10 untuk membagi porsi warna dominan, sekunder, dan aksen secara pas," kata Dhesy.
Jika tidak ingin pusing, katanya menambahkan, cukup gunakan metode fokus satu titik dengan memakai satu pakaian berwarna terang lalu redam sisanya menggunakan warna netral. "Jangan lupa untuk selalu mengenali undertone kulit Ibu-ibu agar warna pakaian yang dipilih benar-benar mampu memancarkan rona alami tubuh secara maksimal," ujarnya.
Momentum ini menjadi refleksi sekaligus motivasi bagi DWP Ditjen Dukcapil untuk terus bergerak maju, berinovasi, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui pemberdayaan perempuan. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar