Temanggung — Sebuah momen penuh makna terekam di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ketika pegawai Disdukcapil bersama kepala desa setempat melakukan jemput bola untuk pengambilan foto KTP-el seorang warga dengan gangguan jiwa (ODGJ). Aksi ini menjadi bukti nyata prinsip tak boleh ada tertinggal dalam pelayanan administrasi kependudukan, yakni memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, memperoleh hak identitas resmi.
Aksi ini memperlihatkan dedikasi petugas dalam memastikan setiap warga tetap mendapatkan hak administrasi kependudukan, meski dihadapkan dengan tantangan di lapangan.
Dari video viral yang beredar di media sosial, ODGJ tersebut tak bisa diam hingga menyebabkan pegawai Disdukcapil kesulitan mengambil foto.
ODGJ itu terlihat terus berjalan ke sana kemari sehingga membuat petugas turut mengikuti kemana ia pergi.
Kondisi ini membuat para petugas harus ekstra sabar dan berulang kali menyesuaikan posisi demi mendapatkan hasil foto yang layak.
Dalam rekaman tersebut, dua orang petugas terlihat memegang kain merah yang dijadikan latar belakang foto, sementara satu petugas lainnya memegang kamera bersiap mengambil gambar.
Meski sempat berada di posisi yang tepat, pria itu tiba-tiba kembali bergerak sehingga proses foto harus diulang dari awal.
Situasi semakin menantang karena petugas harus beberapa kali berpindah tempat mengikuti pergerakan pria tersebut.
Pengunggah video dengan akun TikTok @wulan_semar mengatakan bahwa berbagai cara dilakukan untuk membuat ODGJ mau diajak berfoto. Salah satunya adalah dengan memberikan mereka makanan hingga rokok.
“Banyak cara yang kami lakukan untuk membujuk target yang sedang dalam gangguan kejiwaan. Antara lain dengan memberikan uang Rp5 ribu, Rp10ribu, roti, jajanan, dan tidak jarang kami memberikan rokok,” tulis akun tersebut pada Selasa (31/3/2026) lalu.
Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Temanggung Bagus Pinuntun menjelaskan komitmen untuk melayani warga tanpa diskriminasi. “Kami percaya bahwa setiap warga berhak mendapatkan dokumen kependudukan, apapun kondisinya. Prinsip kami jelas: tidak ada satu pun yang tertinggal. Kehadiran kami di lapangan adalah wujud nyata pelayanan inklusif.”
Dihubungi secara terpisah, Direktur Dafdukcapil Muhammad Farid memberikan apresiasi atas kerja keras tim Disdukcapil di Temanggung. “Langkah jemput bola ini adalah teladan. Petugas tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga menunjukkan empati dan keberpihakan pada kelompok rentan. Inilah esensi pelayanan publik yang humanis,” kata Farid, Sabtu (4/4/2026).
Sementara itu, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi lebih menekankan pentingnya konsistensi dalam pelayanan. “Kami bangga melihat jajaran Dukcapil di daerah menjalankan prinsip no one left behind. Dedikasi seperti ini harus terus dijaga, karena dokumen kependudukan adalah pintu masuk bagi warga untuk mendapatkan hak-hak dasar lainnya.”
Video tersebut menuai banyak pujian dari masyarakat. Warganet menilai kesabaran dan ketulusan petugas sebagai bukti nyata bahwa pelayanan publik bisa dilakukan dengan hati. Dari komentar yang muncul di media sosial, terlihat dukungan kuat terhadap semangat jemput bola yang memastikan tidak ada warga yang terabaikan. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar