Wonosari – Dinas Dukcapil di 514 kabupaten/kota memberikan layanan administrasi kependudukan secara inklusif. Ini berarti, pelayanan Adminduk diberikan kepada siapa saja, termasuk penduduk rentan seperti kaum disabilitas, lansia, ODGJ, penduduk terpencil, korban bencana atau kerusuhan sosial.
Dengan mengusung pelayanan inklusif itu, Dinas Dukcapil Gunung Kidul mengambil inisiatif layanan keliling pembuatan KTP Elektronik (KTP-el) dan Kartu Identitas Anak (KIA) khusus bagi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) sekujur Kabupaten Gunung Kidul.
Dimulai sejak Senin, 22 Juli hingga Selasa, 13 Agustus 2024 program ini membidik target 14 SLB di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Di bawah komando Kepala Dinas Dukcapil Gunung Kidul, Markus Tri Munarja, armada pelayanan keliling ini bergerak seperti pahlawan modern.
"Ini adalah salah satu upaya kami untuk memastikan inklusi dan kesetaraan bagi seluruh warga, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus," kata Kepala Dinas Dukcapil Gunungkidul Markus Tri Munarja di SLB Putra Sejalan, Kecamatan Nglipar, Kamis (1/8/2024).
Tim Disdukcapil Gunung Kidul membawa peralatan canggih berupa mobile enrollment, printer KTP dan KIA, ribbon dan film serta blanko ke setiap SLB di Kabupaten Gunung Kidul. Mereka bekerja memproses data dan mencetak KTP serta KIA di tempat.
Edukasi mengenai pentingnya dokumen identitas yang sah juga disampaikan dengan bahasa isyarat didampingi guru setempat. “Kami ingin setiap anak merasakan kebanggaan memiliki identitas resmi, yang membuka pintu menuju berbagai layanan publik,” lanjut Markus.
Momen yang paling menggugah adalah ketika Rina, seorang siswa SLB berusia 17 tahun, menerima KTP-el. Matanya berbinar penuh haru, senyum lebarnya tak bisa disembunyikan. "Sekarang saya punya KTP seperti teman-teman lainnya. Terima kasih Dukcapil," ucap siswa tunarungu ini terbata-bata.
Selain memberikan identitas resmi, program ini menjadi oase edukasi bagi siswa dan keluarga mereka. “Kami berharap dengan adanya program pelayanan keliling ini, kesadaran dan kepemilikan dokumen kependudukan di kalangan keluarga siswa SLB dapat meningkat,” kata Markus.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi, memberikan apresiasi setinggi langit terhadap inisiatif ini. "Program pelayanan keliling ini adalah langkah revolusioner dalam memberikan pelayanan prima dan inklusif kepada seluruh warga negara Indonesia, tanpa terkecuali," tandas Dirjen Teguh.
Dengan identitas yang sah, mereka tidak hanya menjadi bagian dari statistik, tetapi juga mendapatkan akses penuh ke berbagai layanan publik.
Dirjen Dukcapil menyampaikan program ini bukan sekadar layanan administratif, melainkan jalan terang dalam perjuangan mencapai kesetaraan.
"Dukcapil Gunung Kidul telah membuktikan bahwa setiap warga, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan pelayanan yang adil dan bermartabat. Dengan semangat juang yang tak kenal lelah, mereka menyatukan langkah menuju masa depan yang lebih inklusif dan penuh harapan," demikian Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar