Bogor — Direktorat Bina Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil (BAKPS) Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri menggelar Rapat Evaluasi Program Kerja Tahun 2025 dan Persiapan Program Kerja Tahun 2026 di Bogor, Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menilai capaian kinerja tahun sebelumnya sekaligus menyiapkan langkah-langkah percepatan dan penguatan program di tahun 2026.
Rapat dihadiri Direktur BAKPS Erliani Budi Lestari beserta jajaran pejabat administrator dan pengawas, para ketua dan wakil ketua tim, serta pejabat fungsional di lingkungan Direktorat Bina Aparatur Dukcapil.
Dalam arahannya, Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi menegaskan bahwa Ditjen Dukcapil memegang peranan vital dalam pengelolaan data kependudukan nasional yang menjadi basis berbagai kebijakan lintas sektor. Oleh karena itu, program kerja yang disusun harus selaras dengan arah kebijakan pemerintah, akurat, serta berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan administrasi kependudukan.
"Direktorat Bina Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai instrumen pelaksana organisasi Ditjen Dukcapil memiliki tugas fungsi pembinaan dan pengawasan aparatur penyelenggara administrasi kependudukan di daerah agar berperan aktif melakukan langkah strategis melalui inovasi program kegiatan serta percepatan penyusunan instrumen kebijakan bidang pembinaan aparatur Dukcapil untuk meningkatkan kualitas dan integritas ASN Dukcapil di daerah,” kata Dirjen Teguh.
Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Kerja TA. 2025 dan Persiapan Pelaksanaan Program Kerja Tahun 2026 Direktorat Bina Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil ini, Dirjen Teguh Setyabudi berharap pelaksanaan kegiatan dan anggaran tahun 2026 harus lebih baik dari tahun sebelumnya. "Untuk itu seluruh jajaran Direktorat Bina Aparatur harus menjaga konsistensi capaian kinerja dan meningkatkan kualitas layanan, menyusun Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) dan Rencana Penarikan Dana (RPD) sejak awal tahun, memastikan pengadaan barang/jasa berjalan sesuai jadwal, serta mempercepat kegiatan yang bersumber dari Pinjaman Luar Negeri," pesan Dirjen Dukcapil.
Dirjen Teguh menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja tahun 2025, khususnya keberhasilan percepatan serapan anggaran pada akhir tahun hingga mencapai 99,42 persen, serta realisasi PNBP yang melampaui target. Namun demikian, ia menekankan bahwa capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk lompatan kinerja yang lebih baik di tahun 2026. “Tahun 2026 harus lebih baik dari tahun 2025. Seluruh jajaran harus bergerak cepat agar target penerimaan dan kualitas layanan dapat tercapai dan dirasakan manfaatnya oleh daerah,” tegasnya.

Menanggapi arahan tersebut, Direktur BAKPS Erliani Budi Lestari menegaskan komitmen jajarannya untuk menjadikan hasil evaluasi tahun 2025 sebagai dasar penguatan perencanaan program kerja 2026. Ia menyampaikan bahwa Direktorat Bina Aparatur akan fokus pada inovasi program, percepatan penyusunan instrumen kebijakan, serta penguatan pembinaan dan pengawasan aparatur Dukcapil di daerah.
“Direktorat Bina Aparatur memiliki peran strategis dalam memastikan peningkatan kualitas dan integritas ASN Dukcapil di daerah. Karena itu, kami berkomitmen menyusun Rencana Pelaksanaan Kegiatan dan Rencana Penarikan Dana sejak awal tahun, memastikan pengadaan berjalan tepat waktu, serta menjaga konsistensi capaian kinerja dan kualitas layanan,” ujar Erliani.
Melalui rapat evaluasi dan persiapan ini, diharapkan seluruh jajaran Direktorat BAKPS dapat menyatukan langkah, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan kinerja secara berkelanjutan guna mendukung terwujudnya pelayanan administrasi kependudukan yang PRIMA dan berbasis data akurat secara nasional. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar