Jakarta — Penguatan integrasi data kependudukan dan kesehatan menjadi fokus audiensi Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, dengan Sekjen Kementerian Kesehatan RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (5/11). Pertemuan berlangsung hangat dan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi kedua kementerian dalam mendukung transformasi pelayanan publik berbasis digital.
Dalam audiensi tersebut, Teguh Setyabudi didampingi Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) M. Nuh Al Azhar beserta jajaran. Kehadiran rombongan Ditjen Dukcapil disambut hangat oleh Sekjen Kunta Wibawa Dasa Nugraha bersama jajaran Kementerian Kesehatan.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pengembangan integrasi layanan pencatatan kelahiran melalui platform Satu Sehat. Kolaborasi ini dinilai mampu memangkas proses administrasi penerbitan akta kelahiran sekaligus memastikan setiap bayi yang lahir segera tercatat dalam sistem administrasi kependudukan. Dari evaluasi awal, proses penerbitan dokumen melalui integrasi tersebut rata-rata dapat diselesaikan sekitar satu hari.

Dirjen Teguh Setyabudi mengapresiasi perkembangan kerja sama yang telah terbangun antara Dukcapil dan Kemenkes. Menurutnya, integrasi data kependudukan dan kesehatan memiliki peran strategis dalam menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, akurat, dan berkelanjutan. "Kami di Dukcapil siap mendukung perluasan integrasi tersebut, agar tidak hanya berjalan di wilayah percontohan, tetapi dapat diterapkan secara bertahap dalam skala nasional," ujar Dirjen Teguh.
Pembahasan juga mencakup pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam mendukung pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kemenkes menyampaikan bahwa hingga Oktober 2026, capaian layanan CKG telah mencapai sekitar 110 juta. Melalui dukungan verifikasi biometrik dan pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD), proses identifikasi dapat dilakukan secara lebih mudah dan akurat. "Sinergi Dukcapil dan Kemenkes juga berpeluang dikembangkan melalui pemanfaatan fitur pengenalan wajah atau face recognition pada layanan digital Satu Sehat," ucap Teguh.
Selain itu, kedua pihak membahas pentingnya penyelarasan data sasaran ibu dan balita, terutama untuk mendukung program imunisasi, penimbangan, pemberian vitamin A, hingga percepatan penurunan stunting. Teguh mendorong pemanfaatan data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) berbasis by name by address sebagai salah satu rujukan untuk memperoleh gambaran sasaran yang lebih akurat. Dengan data yang lebih presisi, intervensi kesehatan di daerah diharapkan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Sebagai tindak lanjut, Dukcapil dan Kemenkes sepakat memperkuat koordinasi teknis, mengevaluasi pelaksanaan integrasi kelahiran, menyelaraskan mekanisme validasi NIK, serta menyiapkan langkah perluasan kerja sama secara nasional. Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pelayanan publik yang terintegrasi, sehingga data kependudukan tidak hanya menjadi dasar administrasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan derajat kesehatan masyarakat. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar