Bandung - Kolaborasi yang baik membuat Dinas Dukcapil di seluruh Indonesia sukses dengan berbagai inovasi. Termasuk Disdukcapil Kota Bandung dengan 16 inovasi dan terus berproses inovasi lainnya.
"Saya mengapresisasi Disdukcapil Kota Bandung yang menjadikan capaian kinerjanya di atas rata-rata nasional. Capaian akta kelahiran, rekam cetak KTP-el, itu semua ukuran standar di Dukcapil untuk mendudukkan mereka di tataran atas, dan Disdukcapil Kota Bandung ada di tataran itu," ujar Sekretaris Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri I Gede Suratha saat peluncuran Gerai untuk Layanan Istimewa (Geulis) di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (26/2/2020).
Sesditjen Suratha menyatakan sudah banyak kemajuan yang dicapai jajaran Dukcapil. Dulu masyarakat harus ke kantor Dukcapil untuk mengurus dokumen kependudukan.
"Sekarang dengan inovasi yang dikembangkan, masyarakat sudah bisa mengurus dokumen di mall-mall sembari makan dan belanja, sembari mengajak keluarga anak istri, tidak kehilangan banyak waktu," kata Gede Suratha.
Intinya, kata Gede, pemerintah pusat dan daerah bahu membahu mewujudkan pelayanan yang membahagiakan masyarakat. Urusan pembuatan dokumen kependudukan bisa diselesaikan dalam waktu cepat dan tidak semuanya harus di kantor Dukcapil.
"Di sini sudah ada Anjungan Dukcapil Mandiri yang menjawab keinginan publik mencetak sendiri dokumen kependudukannya tanpa ada lagi pungutan alias gratis. Ada 23 dokumen bisa dicetak melalui ADM, mulai dari KK, KTP-el, akta kelahiran, dan lainnya semua bisa dicetak di mesin ini," pungkas Sesditjen Dukcapil I Gede Suratha. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.