Banda Aceh — Anak-anak Aceh yang berusia di bawah 17 tahun, pemegang Kartu Identitas Anak (KIA) dapat memperoleh diskon saat berbelanja di sepuluh tempat usaha di Kota Banda Aceh.
Kesempatan mendapatkan Diskon Belanja tersebut bisa bisa terlaksana berkat kerja sama Pemerintah Aceh melalui Dinas Registrasi Kependudukan Aceh (DRKA) dengan sepuluh pengelola usaha di Banda Aceh.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Kepala DRKA, Teuku Syarbaini bersama sepuluh pengelola usaha tersebut berlangsung di kantor DRKA, beberapa waktu lalu.
Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Sekda Aceh M Jafar yang turut hadir dalam acara penandatangan tersebut, mengapresiasi DRKA dengan terobosannya yang bagus itu. Kesempatan baik tersebut dapat menarik perhatian semua orang tua untuk segera mendaftarkan anaknya mendapatkan KIA di Dinas Dukcapil terdekat.
“Kita harus terus melakukan upaya-upaya atau inovasi-inovasi sehingga cakupan anak Aceh yang memiliki KIA terus meningkat,” katanya.
Jafar juga berharap ke depannya, tak hanya sepuluh tempat usaha itu saja, namun usaha-usaha lainnya dapat ikut serta bekerja sama dengan DRKA.
Sementara itu, Kepala DRKA, Syarbaini mengatakan, pembuatan KIA merupakan amanat Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak. KIA digunakan untuk anak yang berusia nol sampai 17 tahun. Jika di atas usia tersebut, maka dialihkan ke KTP elektronik.
Syarbaini juga menyampaikan bahwa Pihaknya akan terus bekerja keras dan melakukan berbagai inovasi agar dapat meningkatkan cakupan pemegang KIA di Aceh.
Terkait best practice yang ditunjukkan DRKA, sejalan dengan seruan Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh yang mendorong para Kadis Dukcapil di seluruh Indonesia segera mengejar ketertinggalan cakupan KIA.
Selain yang sudah dilakukan DRKA dengan bekerja sama dengan dunia usaha, Dirjen Zudan punya cara tersendiri untuk menggenjot KIA, yakni melalui Dinas Pendidikan.
"Dalam database Data Pokok Pendidikan (Dapodik) ada data siswa mulai dari PAUD, TK dan SD. Untuk anak di bawah lima tahun yang tidak ada fotonya bisa langsung dicetakkan KIA nya dan dibagikan ke TK, dan guru serta muridnya akan merasa terhormat serta seneng banget." kata Dirjen Zudan dikutip Senin (7/3/2022).
Kerjasama dengan Dinas Pendidikan juga bisa dilakukan untuk menerbitkan akta kelahiran mulai dari SD, SMP, SMA.
"Bisa dibuat program massal. Mereka nggak perlu ke sini, tapi Dukcapil yang datang ke sekolah. Kalau sudah selesai akta lahir tersebut dikirim lagi ke sekolah. Lumayan sepekan bisa dapat 30-40 akta lahir dicetak," demikian Dirjen Zudan Arif Fakrulloh. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.