Jakarta — Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, lewat Tim Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan atau GISA, membuka layanan jemput bola administrasi kependudukan di ajang Sampoerna Festival UMKM 2026. Kegiatan yang digelar dua hari, 19 hingga 20 Agustus 2026, di The Atrium Sampoerna Strategic Square itu berhasil melayani 705 dokumen kependudukan bagi pelaku UMKM dan masyarakat umum yang datang.
Pengunjung terlihat antusias memanfaatkan layanan yang disediakan gratis dan langsung jadi di tempat. Pada hari pertama, Rabu (19/8/2026), Tim GISA menerbitkan 308 dokumen, terdiri dari cetak KTP-el sebanyak 134 dokumen, ganti foto KTP-el 76 dokumen, dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital atau IKD sebanyak 98 dokumen.
Jumlah layanan bertambah pada hari kedua, Kamis (20/8/2026), dengan total 397 dokumen. Rinciannya, cetak KTP-el 170 dokumen, ganti foto KTP-el 102 dokumen, rekam KTP-el 1 dokumen, dan aktivasi IKD 124 dokumen. Dengan begitu, total layanan adminduk yang diberikan selama dua hari penyelenggaraan festival mencapai 705 dokumen.
Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Muhammad Farid, mengapresiasi kerja Tim GISA yang turun langsung melayani warga di tengah kegiatan festival UMKM. Menurutnya, kehadiran layanan kependudukan di pusat kegiatan ekonomi masyarakat menunjukkan komitmen pemerintah memberi pelayanan yang responsif dan mudah dijangkau. "Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat serta kerja cepat Tim GISA di Sampoerna Festival UMKM 2026. Kehadiran layanan adminduk di tengah festival UMKM bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan bentuk nyata kehadiran negara untuk memudahkan para pelaku usaha dan masyarakat luas dalam mendapatkan kepastian identitas kependudukan," ujar Farid.
Ia menambahkan, kelengkapan dokumen kependudukan, mulai dari KTP-el hingga aktivasi IKD, menjadi fondasi penting bagi pelaku UMKM untuk mengakses berbagai kemudahan kemitraan usaha dan layanan keuangan perbankan. "Dokumen kependudukan dan aktivasi IKD adalah kunci pintu bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, untuk mengakses berbagai layanan publik, pembiayaan usaha, hingga ekosistem ekonomi digital secara aman. Saya mengarahkan jajaran Tim GISA untuk terus konsisten melakukan strategi jemput bola seperti ini, mendekatkan pelayanan ke pusat pusat aktivitas masyarakat agar tidak ada lagi warga yang terkendala masalah identitas," tegasnya.
Ditjen Dukcapil selanjutnya bakal terus memperluas jangkauan layanan jemput bola ke berbagai ruang publik lainnya, sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi digital layanan kependudukan di seluruh Indonesia. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar