Madiun – Kalau bisa mudah kenapa harus dipersulit. Kredo atau prinsip hidup yang menekankan efisiensi, kesederhanaan, dan kemudahan dalam segala urusan inilah yang diterapkan Dinas Dukcapil Kota Madiun, dengan menghadirkan layanan inovatif bernama Taksiah (anTar Akta Kematian Seraya memulIakan jenazAH).
Melalui layanan ini, dokumen akta kematian dan Kartu Keluarga (KK) dengan status terbaru diantar langsung ke rumah duka sebelum jenazah diberangkatkan ke tempat pemakaman umum. "Setelah laporan kematian diterima, Disdukcapil segera menerbitkan akta kematian dan KK baru. Nama almarhum/almarhumah langsung dihapus dari KK. Jika yang meninggal adalah kepala keluarga, maka nomor KK diganti. Sedangkan jika pasangan (suami/istri) yang meninggal, status di KK berubah menjadi cerai mati," terang Kadis Dukcapil Kota Madiun Agus Triono saat dihubungi, Senin (13/4/2026).
Menurut Triono, pelaporan kematian merupakan langkah penting untuk menjaga akurasi data kependudukan. "Selain itu dengan melaporkan anggota keluarga yang meninggal dunia, akan menjamin hak waris keluarga serta mencegah penyalahgunaan data penduduk yang sudah meninggal. Seluruh proses ini gratis, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan biaya tambahan," tegas Triono.
Kadis Agus Triono, menegaskan, Layanan Taksiah ini adalah bentuk penghormatan kepada warga Kota Madiun yang berpulang. "Kami ingin memastikan keluarga tidak direpotkan urusan administrasi di tengah suasana duka. Dokumen akta kematian dan KK baru kami antar langsung ke rumah duka, sehingga keluarga bisa fokus memuliakan jenazah," pungkas Triono.
Direktur Dafdukcapil, Muhammad Farid, memberikan apresiasi atas terobosan ini. “Inovasi Taksiah dari Kota Madiun patut dicontoh daerah lain. Layanan ini menunjukkan bahwa administrasi kependudukan bisa hadir dengan empati, mendekatkan pelayanan kepada masyarakat," kata Direktur Farid.
Sementara itu, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, memberikan dorongan penuh agar seluruh jajaran Dukcapil di Indonesia untuk terus berinovasi. "Layanan Taksiah adalah bukti nyata bahwa administrasi kependudukan bisa sekaligus memuliakan warga. Prinsipnya, Dukcapil harus hadir di setiap momen penting kehidupan masyarakat, dari lahir hingga wafat," kata Dirjen Teguh Setyabudi. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar