Kandangan - Dirjen Dukcapil Kemendagri, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, mengimbau jajarannya di daerah terapkan sistem kerja gotong royong. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi segala keterbatasan untuk menuntaskan target pencetakan KTP-el.
Permasalahan di berbagai daerah, papar Zudan, sering kali adalah masalah teknis, yakni keterbatasan alat berupa printer KTP-el. Oleh karena itu, daerah yang memiliki printer berlebih diharapkan dapat menolong daerah yang kekurangan.
“Untuk alat, bila belum bisa membeli lewat APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) maka bisa meminjam ke daerah lain,” tuturnya kala ditemui wartawan di sela-sela acara Launching GISA (Gerakan Indonesia Sadar Adminduk atau Administrasi kependudukan), di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalsel, Rabu (04/03/2020).
Hal itu dimungkinkan karena sistem alat pencetakan KTP-el tersebut seragam secara nasional. Mulai dari daerah ter-Barat hingga daerah ter-Timur Indonesia, semuanya memakai alat yang sama, printernya sama, blangkonya pun sama.
“Oleh karena itu, bagi daerah-daerah yang pencetakannya sudah selesai, misalnya Kabupaten Tanah Bumbu, itu printernya banyak bisa meminjamkan, misalnya ke Kota Banjarmasin yang printernya kurang tapi penduduknya banyak,” rincinya.
“Dengan demikian, maka gotong royong dalam bekerja itu bisa kita wujudkan,” jelasnya.
Kala ditanya mengenai bantuan dari pusat, Zudan menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan ke seluruh Dinas Dukcapil di Indonesia. Hanya saja bantuan tersebut tidak boleh untuk pengadaan fisik seperti pembelian alat.
“Bolehnya untuk pendidikan, pelatihan, pelayanan untuk jemput bola, untuk mendatangi sekolah-sekolah itu boleh dana dari pusat disediakan, walaupun memang masih perlu dukungan APBD,” tutupnya. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.