Jakarta — Persoalan sampah perkotaan kian mendesak dan menuntut aksi nyata dari tingkat terkecil, yakni rumah tangga. Menjawab tantangan tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri menggelar workshop pemanfaatan sampah organik rumah tangga melalui budidaya maggot di Aula Gedung C lantai 4 Kantor Ditjen Dukcapil, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan edukatif ini digagas oleh Ibu Erliani Budi Lestari yang juga menjabat sebagai Direktur Bina Aparatur Dukcapil. Di tengah kesibukan mengawal administrasi kependudukan, DWP Dukcapil membuktikan bahwa kepedulian terhadap isu lingkungan dan pemberdayaan keluarga harus berjalan seiring demi kemaslahatan masyarakat luas. "Sampah yang kerap dianggap kotor dan menjijikkan itu sebenarnya merupakan 'emas hitam'. Jika diolah dengan baik, sampah bisa menambah penghasilan bagi ibu-ibu. Kalau dikumpulkan, lama-lama uangnya bisa ditukarkan dengan emas murni sungguhan," tutur Erliani renyah yang disambut tawa dan antusiasme para anggota DWP Ditjen Dukcapil.
Hal senada disampaikan Ketua DWP Ditjen Dukcapil, Ibu Ika Teguh Setyabudi, saat membuka acara secara resmi. Beliau menekankan pentingnya peran serta keluarga dalam menjaga kelestarian lingkungan mulai dari dapur sendiri."Sampah rumah tangga adalah tanggung jawab kita bersama yang harus diselesaikan dari sumbernya. Melalui budidaya maggot ini, kita tidak hanya mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi untuk mendukung kemandirian keluarga," ujar Ibu Ika Teguh.

Selain pelatihan kepedulian lingkungan, momen kebersamaan ini juga diisi dengan acara pisah sambut pengurus yang berlangsung hangat. Ibu Meri Hani Rustam, sebagai Wakil Ketua DWP Ditjen Dukcapil yang lama, secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepengurusannya kepada Ibu Anita Dian Andy Permana.
Alih tugas ini menyusul penugasan suaminya, Hani Syopiar Rustam, sebagai Sesditjen Bina Administrasi Wilayah. Sementara itu, Ibu Anita hadir mendampingi suaminya, Dian Andy Permana, yang kini menjabat sebagai Sesditjen Dukcapil yang baru.
Dalam kesempatan hangat tersebut, DWP Dukcapil juga memperkenalkan Ibu Windi Irvan Amirullah, istri Direktur IDKN Ditjen Dukcapil, sebagai anggota keluarga baru organisasi.
Memasuki sesi inti, peserta workshop mendapatkan paparan teknis yang bernas dari praktisi Komunitas Maggot Jabodetabek, Aryo Rama Candra. Alumnus Fakultas Pertanian IPB Jurusan Ilmu Tanah ini membedah tuntas bagaimana larva Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia illucens bekerja cepat mengurai sampah organik. "Larva BSF memiliki siklus hidup yang sangat efektif mereduksi sampah dapur dan sisa sayuran tanpa menimbulkan bau menyengat jika dikelola dengan metode modern. Output berupa kasgot (bekas maggot) dan biomassa bisa langsung dimanfaatkan untuk pupuk tanaman maupun pakan ternak berprotein tinggi," ujar Aryo di hadapan peserta workshop.
Melalui pelatihan praktis ini, para peserta diajak mengenali siklus hidup maggot mulai dari fase telur, larva, prepupa, hingga menjadi lalat dewasa. Dengan peralatan sederhana seperti bak fiber, wadah plastik, dan kandang gelap-terang, ibu-ibu dibekali keterampilan mandiri untuk mengolah sampah organik harian menjadi peluang bernilai guna tinggi.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan penyerahan cinderamata. Langkah progresif DWP Ditjen Dukcapil ini menegaskan komitmen organisasi yang adaptif—tidak hanya mendukung pelayanan administrasi kependudukan yang prima, tetapi juga konsisten menginspirasi gaya hidup ramah lingkungan dan mandiri dari lingkup keluarga. Dukcapil***


Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar