Bantul -- Pemberian kartu identitas bagi anak menjadi salah satu cara menyejahterakan masyarakat. Ini disadari betul oleh Bupati Bantul Suharsono yang belakangan ini giat melayani pemberian identitas bagi anak yaitu Kartu Identitas Anak (KIA) yang dilengkapi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
"Apalagi program penerimaan siswa didik baru (PPDB) dari tingkat SD sampai SMA wajib menggunakan NIK," kata Suharsono saat membagikan sejumlah 10.169 keping KIA untuk anak usia dini se-Kabupaten Bantul, di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (15/10/2019) lalu.
Penyerahan KIA yang dimotori oleh Dinas Dikpora dan Dinas Dukcapil Bantul serta dikoordinasikan oleh Bunda PAUD dan TP PKK Kabupaten Bantul berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).
Kadis Dukcapil Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, program pembagian 10 ribu KIA ini hasil kerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Bantul yang diketuai Ny. Erna Suharsono.
"TP PKK memiliki peran strategis membantu mempercepat cakupan KIA di Bantul. TP PKK berhasil mensosialisasikan ke kadernya sampai tingkat dusun untuk mendata anak-anak yang belum memiliki KIA. Dan ini hasilnya," katanya.
Lebih lanjut Bambang mengatakan, dengan pecah rekor Muri, menjadi momentum bagi instasinya maupun Pemkab Bantul untuk lebih mempercepat serta memfasilitasi berbagai pengurusan adminitrasi kependudukan dengan lebih baik.
Sementara Senior Manajer Muri, Sri Widayati mengatakan, pembagian KIA oleh Pemkab Bantul ini mengalahkan rekor pembagian kartu Pramuka yang dipegang Kabupaten Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
"Banjarbaru memecahkan rekor dengan membagikan 5.208 kartu Pramuka serentak, satu waktu dan satu tempat pada 6 Juli kemarin. Awal pengajuan kami meminta Bantul harus lebih 10 persen untuk mengalahkan rekor tersebut," kata Sri. Dukcapil***

Komentar
Komentar di nonaktifkan.