Kota Tegal — Dinas Dukcapil Kota Tegal melaksanakan pelayanan jemput bola perekaman KTP-el bagi seorang lansia istimewa berusia 102 tahun, Ibu Wariyah, warga Kelurahan Debong Lor, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Kamis (26/3/2026).
Wariyah lahir tahun 1924, dan menjadi salah satu "centenarian" yang tercatat dalam database kependudukan Indonesia.
Pelayanan jemput bola ini dilakukan untuk memastikan seluruh warga negara, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas, tetap memperoleh dokumen kependudukan yang sah.
Plt. Kadis Dukcapil Kota Tegal, Yudi Arianto, menyatakan kepedulian pihaknya yang tak kenal jarak dan kondisi. "Pelayanan jemput bola ini dilakukan agar para orang tua tetap bisa mendapatkan dokumen kependudukan tanpa harus datang ke kantor pelayanan," kata Yudi.

Menurut Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi, fenomena keberadaan penduduk berusia di atas 100 tahun memiliki makna strategis bagi Indonesia. Dari sisi kedukcapilan, centenarian menjadi indikator akurasi database kependudukan. Dari sisi pembangunan manusia, mereka adalah simbol keberhasilan pembangunan kesehatan sekaligus pengingat bahwa negara harus menyiapkan infrastruktur sosial menghadapi ageing population.
“Keberadaan warga centenarian seperti Ibu Wariyah adalah bukti nyata validitas data kependudukan sekaligus indikator keberhasilan pembangunan kesehatan. Angka Harapan Hidup meningkat, namun tantangan kita adalah memastikan para lansia tetap dimanusiakan dan hak-haknya terjamin," kata Dirjen Teguh di Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Direktur Dafdukcapil Muhammad Farid menyampaikan, perekaman KTP-el bagi warga super-senior bukan sekadar layanan administrasi kependudukan, melainkan salah satu wujud penghormatan negara. "Data biometrik yang terupdate memastikan hak-hak mereka tetap terlindungi, sekaligus menghindari anomali data seperti ganda atau warga yang sudah wafat namun masih tercatat hidup,” kata Direktur Farid.
Selain itu, ulas Farid menambahkan, ada makna strategis lain dari sisi pelayanan adminduk. "Centenarian menjadi uji akurasi data kelahiran dan kematian, menuntut verifikasi faktual di lapangan," kata Farid.
Ibu Wariyah bukan hanya penerima layanan jemput bola, tetapi juga simbol keberhasilan pembangunan sekaligus pengingat pentingnya kesiapan menghadapi masyarakat menua. Dukcapil hadir memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, tetap memiliki identitas sah sebagai warga negara Indonesia. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar