Labuan Bajo — Tidak mudah jalan menuju lokasi bencana di Kecamatan Boleng, berjarak 1,5 jam perjalanan dari Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Lebih dari 136 tikungan tajam harus dilalui, namun hal itu tak menyurutkan langkah tim dari Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri untuk turun langsung membantu warga yang masih diselimuti trauma pascagempa.
Rabu (26/8/2026), memasuki hari ketiga penanganan darurat, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi, didampingi Sesditjen Hani Syopiar Rustam dan Kadis Dukcapil Manggarai Barat Valentinus Andi, memimpin tim tanggap bencana menyisir dua desa yang paling parah terdampak bencana. Yakni, Desa Golo Sepang dengan 4.315 jiwa penduduk, dan Desa Mbuit yang dihuni 3.537 jiwa. Di kedua desa itu, sebagian besar rumah warga retak dan rusak berat. Trauma serta ketakutan akan gempa susulan membuat banyak warga memilih bertahan di tenda darurat bantuan BNPB yang didirikan di halaman rumah masing-masing.

Kerusakan tak hanya menimpa rumah warga. Kantor desa setempat pun ambruk dihantam guncangan, sehingga pelayanan administrasi kependudukan terpaksa dipindahkan sementara ke rumah kepala desa agar warga tetap bisa mengurus dokumen tanpa harus menunggu lebih lama.
Saat meninjau posko layanan, Teguh menyampaikan keprihatinannya kepada warga yang tengah berjuang menghadapi masa sulit ini. Ia menegaskan, kehadiran timnya di lapangan adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah agar warga tidak perlu menanggung beban tambahan. "Kami langsung datang ke sini biar Bapak dan Ibu tidak susah payah ke kantor Dukcapil yang ada di Labuan Bajo. Itu kan berat, makanya kami langsung datang ke sini," ujarnya di hadapan warga dan petugas lapangan.

Selain mengurus dokumen kependudukan, Teguh juga menyerahkan bantuan logistik berupa sembako dan makanan siap saji kepada Camat Boleng Yohanes Suhardi untuk selanjutnya dibagikan ke posko-posko pengungsian.
Kerja sama antara tim pusat Dukcapil dan Dinas Dukcapil Kabupaten Manggarai Barat membuahkan hasil yang tidak sedikit. Hingga pukul 20.17 WITA, tercatat 580 dokumen kependudukan berhasil diterbitkan pada hari ketiga ini. Rinciannya, 81 warga menjalani perekaman KTP elektronik baru, sementara 255 keping KTP-el berhasil dicetak. Selain itu, 161 Kartu Keluarga dan 20 Kartu Identitas Anak turut diterbitkan, disusul 25 akta kelahiran, 9 akta kematian, dan 8 akta perkawinan. Tim juga memproses 18 permohonan pindah penduduk dan mengaktifkan 3 Identitas Kependudukan Digital. Dengan tambahan tersebut, jumlah keseluruhan dokumen kependudukan yang berhasil dipulihkan sejak hari pertama operasi tanggap bencana kini mencapai 1.083 dokumen.

Tak berhenti di situ, tim juga membantu warga mendaftarkan diri ke program Perlindungan Sosial Digital agar bantuan sosial nantinya bisa tersalurkan tepat sasaran. Antusiasme warga terhadap layanan ini cukup tinggi—sepanjang tiga hari pelaksanaan, sebanyak 324 kepala keluarga sudah berhasil terdaftar dan terverifikasi di portal tersebut.
Upaya jemput bola ini rencananya akan terus berlanjut menyasar titik-titik terdampak lain, seiring harapan agar seluruh warga Manggarai Barat bisa kembali memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan pulih dari dampak bencana ini. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar