Bajawa — Dokumen Administrasi kependudukan (Adminduk) menjadi prasyarat utama bagi setiap warga untuk dapat mengakses layanan dasar lainnya. Inilah yang coba dituntaskan oleh Dinas Dukcapil Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, dengan bantuan pelayanan Tim Ditjen Dukcapil dengan menggapai salah satu titik terjauh.
Kegiatan jemput bola di Ngada merupakan bagian dari strategi pemerintah pusat untuk memastikan seluruh warga, termasuk di daerah terpencil, memiliki dokumen kependudukan.
Ditjen Dukcapil bersama Dinas Dukcapil Ngada hadir di pesisir utara, yakni di Kecamatan Riung pada 28-30 April 2026. Titik pelayanan selain di Kantor Kecamatan Riung pada hari pertama, hari kedua juga menjangkau Kantor Desa Lengkosambi, dan Kantor Desa Sambinasi pada hari ketiga untuk lebih mendekatkan pelayanan.

Mella Oktafiani, selaku Ketua Teknis Tim Ditjen yang berangkat, menuturkan bahwa pelayanan jemput bola yang dilakukan mendapat banyak antusiasme masyarakat. "Warga menyambut baik dan mengerti bahwa kepemilikan dokumen adminduk adalah sesuatu yang sangat penting. Maka dari itu tidak mereka lewatkan kesempatan ini," terang Mella.
Tidak hanya pelayanan di meja pelayanan, Tim Dukcapil juga mendatangi rumah warga yang merupakan penyandang disabilitas untuk memberikan pelayanan door to door yang disambut hangat oleh keluarganya.
Mella juga menuturkan, pelayanan ini tidaklah mudah. “Dengan waktu yang terbatas, kami harus memaksimalkan pelayanan hingga tuntas. Di Desa Lengkosambi, kami bahkan melayani hingga pukul 02.00 dini hari,” ungkap Mella
Selama 3 hari pelayanan, Ditjen Dukcapil bersama Dinas Dukcapil Ngada berhasil melayani 2.429 dokumen kependudukan. Terdiri dari layanan 524 kartu keluarga (KK), 266 KIA, 297 rekam KTP-el, 849 cetak KTP-el, 64 SKPWNI, 32 aktivasi IKD, 287 akta kelahiran, 62 akta kematian dan 48 akta perkawinan.
Aloysius Doko, warga Desa Lengkosambi mengaku senang setelah memiliki dokumen akta kelahiran dan KIA sekaligus bagi anaknya. “Saya merasa sangat lega dan senang karena akhirnya anak saya memiliki akta kelahiran dan KIA. Dengan dokumen ini, saya yakin anak saya bisa lebih mudah mendapatkan hak-haknya, mulai dari pendidikan hingga layanan kesehatan,” ujar Aloysius.
Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, Muhammad Farid, turut memberikan apresiasi bahwa layanan jemput bola dapat memberikan kemudahan dan layanan prima kepada masyarakat secara langsung.
"Semoga layanan ini dapat diteruskan oleh daerah sebagai upaya kita memudahkan dan meningkatkan kepemilikan dokumen adminduk di masyarakat," tutur Farid.
Kepala Dinas Dukcapil Ngada, Gerardus Reo, menyampaikan bahwa kegiatan jemput bola ini sangat membantu masyarakat di wilayah pesisir yang selama ini kesulitan menjangkau layanan. “Dengan adanya pelayanan langsung ke desa, warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh. Dokumen kependudukan yang mereka terima hari ini akan menjadi kunci untuk mengakses layanan pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial,” ujarnya.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menegaskan, "Pelayanan jemput bola adalah wujud nyata komitmen Dukcapil Prima: mendekatkan, memudahkan, dan membahagiakan masyarakat. Tidak ada alasan bagi warga Indonesia untuk tidak memiliki dokumen kependudukan. Semua berhak, semua harus dilayani." Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar