Kota Gorontalo — Dinas Dukcapil Kota Gorontalo menegaskan komitmennya sebagai pionir tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui layanan mobile Disdukcapil yang hadir di setiap kelurahan. Momentum HUT ke-298 Kota Gorontalo dimanfaatkan untuk memperkuat akses identitas kependudukan sekaligus memperkokoh perlindungan sosial bagi warga.
Kepala Dinas Dukcapil Kota Gorontalo, Yusrianto Kadir, menjelaskan, layanan administrasi kependudukan berupa jemput bola ini bukan sekadar memudahkan perekaman KTP-el, tetapi juga menjadi fondasi bagi integrasi data sosial.
“Dengan data kependudukan yang valid, kami bisa memastikan program bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran. Identitas digital juga memberi perlindungan lebih bagi warga dari ancaman penipuan,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Program ini menyasar warga usia 16 tahun ke atas untuk perekaman KTP-el sekaligus akselerasi aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Identitas digital dinilai lebih aman karena mampu mencegah modus manipulasi data yang kerap dilakukan pihak tidak bertanggung jawab.
Selain itu, Disdukcapil bersinergi dengan Dinas Sosial untuk memperbarui basis data warga kurang mampu. Validasi data ini menjadi kunci agar bantuan sosial tersalurkan secara transparan dan adil.
Langkah inovatif ini memperlihatkan bahwa pelayanan publik di Kota Gorontalo tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga pada keamanan, keadilan, dan kesejahteraan sosial. Dengan digitalisasi adminduk, Kota Gorontalo menegaskan diri sebagai daerah yang mengedepankan prinsip inklusif: setiap warga terlindungi, setiap hak terjamin.
Direktur Dafdukcapil Muhammad Farid memberikan apresiasi atas langkah inovatif Pemkot Gorontalo ini. “Kota Gorontalo telah menunjukkan bahwa pelayanan publik bisa sekaligus menjadi instrumen perlindungan sosial. Integrasi data kependudukan dengan layanan digital adalah terobosan yang patut dicontoh daerah lain. Kami sangat mengapresiasi kerja keras jajaran Disdukcapil Gorontalo,” kata Farid.
Sementara itu, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menggarisbawahi transformasi digital dalam pelayanan adminduk harus menjadi fondasi kerja.
“Digitalisasi pelayanan adalah jalan panjang menuju keadilan sosial. Saya mengingatkan seluruh jajaran Dukcapil di daerah untuk menjadikannya budaya kerja sehari-hari. Dengan begitu, setiap warga akan benar-benar merasakan kehadiran negara, tanpa ada yang tertinggal, dan hak-hak mereka terlindungi secara nyata,” tegas Dirjen Teguh. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar