Jakarta — Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri terus menggenjot semangat memperkenalkan dan mendorong masyarakat menggunakan aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). IKD dikenal sebagai identitas kependudukan dalam bentuk digital yang bisa diakses melalui smartphone.
Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDKN) Ditjen Dukcapil Kemendagri, Handayani Ningrum menjelaskan bahwa IKD diciptakan oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri untuk meningkatkan efisiensi dan memudahkan layanan publik. "IKD adalah informasi elektronik yang merepresentasikan dokumen kependudukan (seperti KTP-el dan Kartu Keluarga) dalam bentuk aplikasi digital. Aplikasi ini dapat diunduh di Google Play Store atau Apple App Store," kata Handayani Ningrum di hadapan para pengunjung dan tenant Livin’ Fest Bank Mandiri di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Kamis (16/10/2025).
Menurutnya, IKD mengarahkan inklusi keuangan digital dengan memfasilitasi proses verifikasi identitas yang lebih mudah, aman, dan efisien, terutama bagi masyarakat yang tidak terjangkau layanan perbankan tradisional. Integrasi IKD ke dalam ekosistem keuangan digital menghilangkan hambatan verifikasi fisik, mempercepat pembukaan rekening, dan meningkatkan kepercayaan pada transaksi digital.
"Inilah salah manfaat IKD dalam meningkatkan efisiensi dan kemudahan proses bisnis, baik di pemerintahan maupun swasta. Dengan menggunakan kode QR, IKD memungkinkan verifikasi data dengan memindai kode QR dari smartphone, menggantikan proses manual yang memakan waktu lama, seperti menyalin atau memasukkan data KTP-el secara manual. Jadi tidak perlu lagi membawa berkas fisik atau fotokopi saat mengurus layanan publik," jelas Handayani.
Lebih lanjut, penggunaan IKD juga berdampak pada penghematan anggaran negara. Pemerintah dapat mengurangi biaya pengadaan blangko KTP-el, printer, dan perlengkapan lainnya. Dari sisi keamanan, data dalam IKD terhubung langsung dengan sistem Dukcapil dan tidak dapat di-screenshoot, sehingga lebih aman dibanding KTP-el fisik yang mudah difotokopi.
Namun demikian, Handayani mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan petugas Dukcapil. "Aktivasi IKD hanya dilakukan secara tatap muka di kantor pelayanan Dukcapil. Jangan pernah memberikan data pribadi atau kode OTP kepada siapa pun melalui telepon atau pesan digital," tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk hanya mengunduh aplikasi resmi IKD dari Play Store atau App Store. "Waspadai tautan mencurigakan. Jika ragu, segera konfirmasi ke kantor Dukcapil terdekat atau melalui saluran resmi kami," tambahnya.
Adapun saluran komunikasi resmi Dukcapil meliputi:
- Live chat di website dukcapil.kemendagri.go.id (pojok kanan bawah)
- Call center: 168
- SMS: 08118781168
- E-mail: callcenter@dukcapil.kemendagri.go.id
- Lapor: kemendagri.lapor.go.id
- Media sosial: X dan Facebook @dukcapil168 (inbox)
IKD Terus Dikembangkan
Dalam jangka panjang, Ditjen Dukcapil akan terus mengembangkan IKD, baik dari sisi desain maupun teknologi. Salah satunya adalah pengembangan fitur remote onboarding yang aman dengan teknologi liveness detection. "IKD akan menjadi dompet digital untuk menyimpan dokumen resmi, berbagi data dengan persetujuan pemilik, serta mendukung Satu Data Indonesia. Kami juga memastikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya," ujar Handayani.
Dari sisi keamanan, Ditjen Dukcapil akan mengadopsi standar internasional seperti Verifiable Credential dari World Wide Web Consortium (W3C) untuk memastikan interoperabilitas dan perlindungan data yang lebih kuat.

Booth Dukcapil Hadir di Livin’ Fest
Handayani mengajak masyarakat yang belum mengaktivasi IKD untuk datang langsung ke booth Ditjen Dukcapil di arena Livin’ Fest Bank Mandiri. "Kami hadir dan siap melayani Bapak/Ibu di Hall B NICE, PIK 2, sejak Kamis 16 Oktober hingga Minggu, 19 Oktober 2025," ujarnya.
Setelah Jakarta, Livin’ Fest Bank Mandiri dengan layanan aktivasi IKD dari Dukcapil juga akan hadir di 9 kota besar lainnya:
1. Medan, pada 23-26 Oktober 2025 di Regale Convention.
2. Bandung, 23-26 Oktober 2025 di Trans Studio Mall & Trans Convention.
3. Palembang, 13-16 November 2025 di Palembang Sport Convention Center (PSCC) & Palembang Icon.
4. Semarang, 13-16 November 2025 di Muladi Dome, Kompleks Undip.
5. Balikpapan, 20-23 November 2025 di Balikpapan Superblok (BSB).
6. Makassar, 20-23 November 2025 di Phinisi Point.
7. Jayapura, 27-30 November 2025 di Papua Youth Creative Hub.
8. Surabaya, 11-14 Desember 2025 di Grand City Convention Hall.
9. Denpasar, (to be confirmed) di Taman Bhagawan, Nusa Dua.
Direktur Handayani berharap masyarakat di kota-kota tersebut dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal dan mengaktivasi IKD. "Mari bersama kita wujudkan layanan publik yang lebih cepat, aman, dan inklusif melalui IKD," pungkasnya. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar