Surabaya - Disdukcapil Kota Surabaya menggencarkan operasi Jemput Bola Administrasi Kependudukan (Jebol Anduk) ke beberapa kampung dan sekolah untuk memasifkan perekaman KTP-el penduduk.
Kadis Dukcapil Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan, meski perekaman KTP-el sudah bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Klampid (Kawin-Perkawinan, Lahir-Kelahiran, Mati-Kematian, Pindah-Datang), namun belum semua warga Surabaya menggunakan layanan tersebut.
“Mereka ini ada yang sudah sepuh, sakit, dan juga ada yang tidak sakit tapi memang tidak memiliki handphone yang tersambung internet,” kata Agus di depan wartawan, Selasa (24/5/2022).
Hal tersebut membuat Disdukcapil berinisiatif untuk lakukan program jemput bola.
“Nah, yang belum tersentuh itulah yang kita sasar, karena kita sadar bahwa semua masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang sama, baik yang paham atau tidak paham, baik yang tua ataupun muda. Akhirnya, kita jemput bola kepada mereka-mereka ini,” lanjutnya.
Menurut Agus, jemput bola yang dilakukan itu dibagi menjadi dua, yaitu Goes to School dan Goes to Kampung. Goes to School ini penting dilakukan untuk membidik penduduk Surabaya usia sekolah yang belum ber-KTP.
“Terkadang anak-anak yang sudah berusia 18 tahun masih enggan untuk melakukan perekaman KTP-el. Makanya, kita datangi mereka ke sekolah-sekolahnya,” ujarnya.
Sedangkan Goes to Kampung digunakan untuk melakukan perekaman KTP-el bagi mereka yang sakit, yang tidak bisa mengakses layanan 'Klampid' dan menyasar warga yang sudah berusia senja, tapi belum pernah melakukan perekaman KTP-el sebelumnya.
“Jadi, Pak Lurah mengumpulkan beberapa warganya di Balai RW, ada yang hanya 10 orang, ada yang 15 itu dikumpulkan. Lalu kita datangi kampung-kampung itu dengan armada Jebol Anduk itu,” katanya.
Melalui berbagai program jemput bola ini, Kadis Agus berharap seluruh masyarakat Kota Surabaya dapat memiliki KTP-el dan terekam seluruhnya di Disdukcapil melalui layanan Adminduk di Kota Surabaya.
Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dalam berbagai kesempatan memastikan bahwa jajaran Dukcapil harus senantiasa memberikan beragam inovasi layanan agar semakin mudah dijangkau, dan lebih dekat dengan masyarakat. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.