Surabaya - Ditjen Dukcapil Kemendagri punya program istimewa. Yakni, program Jemput Bola yang dinamakan Dukcapil Goes to School, untuk membuatkan Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, hingga KTP-el untuk anak PAUD sampai SMA.
"Dukcapil Goes to School ini merupakan program nasional yang kita kerjakan bersama-sama dengan provinsi dan kabupaten/kota. Anak-anak usia sekolah kita buatkan KIA, akta kelahiran. Bagi siswa SMA yang sudah berusia 16 tahun atau 17 tahun kita buatkan KTP-el," kata Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh saat menyerahkan KIA dan KTP-el Pemula, kepada siswa di lembaga pendidikan Khodijah, Kota Surabaya, Sabtu (26/3/2022) lalu.
Dirjen Zudan yang didampingi Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jatim, Diana Rimayanti dan Kadis Dukcapil Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji, menyampaikan program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, yakni agar bisa memberikan kartu identitas untuk semua usia.
“Mulai anak baru lahir dibuatkan akta dan anak yang sudah berusia 16 tahun dibuatkan KTP-el dan diserahkan pada usia 17 tahun,” jelas Dirjen Zudan.
Dia menambahkan, tugas Dukcapil tidak akan pernah ada selesainya. "Sebab, setiap waktu akan ada anak lahir dan penambahan anak yang berusia 17 tahun,” pungkas Prof. Zudan
Kepala Dinas Dukcapil Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji menerangkan, saat ini anak-anak yang sudah mendapat KIA di Kota Pahlawan sebesar 52 persen dari jumlah 750 ribu anak.
“Agar anak-anak di Surabaya memiliki kartu identitas, Dinas Dukcapil akan terus keliling ke sekolah-sekolah melakukan perekaman KTP-el dan KIA. Jadi bukan hanya di sekolah ini, akan terus melaksanakan program Dukcapil Goes to School,” tutupnya. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.