Balikpapan - Pencanangan gerakan bersama dalam pelayanan adminduk bagi penyandang disabilitas sukses terlaksana di Kalimantan Timur, Kamis (11/8/2022).
Ini merupakan lokasi kickoff ke-11 pencanangan gerakan bersama pendataan, perekaman dan penerbitan dokumen penduduk setelah sebelumnya terlaksana di Makassar.
Launching di Kaltim ini sekaligus sebagai motor penggerak dan pemantik api semangat pelayanan di seluruh Kalimantan. Acara diawali dengan sambutan Noryani Sorayalita selaku Kadis Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) Provinsi Kalimantan Timur dan Ketua Pelaksana.
"Tujuan pencanangan ini adalah untuk pemutakhiran data penyandang disabilitas, pemberian dokumen kependudukan dan membangun masyarakat inklusif. Alhamdulillah, di Kalimantan khususnya di Kaltim, penduduk penyandang disabilitas rutin dilakukan pendataan sebelum pencanangan ini. Sekarang dengan pencanangan ini, maka semakin menjadikan motor penggerak dan pematik api yang sudah sukses nyala selama ini dalam melayani disabilitas," jelas Noryani.
Direktur Pencatatan Sipil Handayani Ningrum yang hadir dan membacakan sambutan Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan poin penting pada program disabilitas ini.
"Penyandang disabilitas ini adalah salah satu yang harus dipastikan untuk memiliki dokumen kependudukan demi mendapatkan layanan publik karena seluruh penduduk wajib mendapatkannya tanpa diskriminasi," tegas Ningrum di depan seluruh Kadis Dukcapil provinsi dan kabupaten/kota seluruh Kalimantan yang hadir.
Ningrum melanjutkan, proses pendataan penyandang disabilitas bukan tanpa hambatan. Mulai dari kesadaran orang tua yang kurang, iris mata maupun sidik jari yang kerap tidak dapat direkam karena disabilitas, dan juga tantangan faktor geografis.
"Oleh sebab itu, perlu derap langkah yang sama, semangat dan tekad yang kuat dari berbagai pihak untuk mewujudkan kepemilikan dokumen kependudukan yang lengkap bagi penyandang disabilitas," lanjut Ningrum.
Selaras dengan aksi Ditjen Dukcapil, Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia juga mengingatkan pentingnya dalam pencatatan ragam disabilitas pada biodata penduduk.
"Kami sangat mendukung dan berterima kasih atas inovasi dan transformasi seluruh daerah dan jajarannya pada pendataan penyandang disabilitas," tutur Angkie.
Menurut Angkie, dengan pendataan ini penyandang disabilitas tercatat di database Dukcapil secara akurat dan lengkap berikut nama, NIK dan alamat serta ragam disabilitasnya.
Hasil layanan kependudukan kepada penyandang disablitas kemudian langsung diserahkan kepada perwakilan siswa-siswi SLB Kota Balikpapan. Tampak wajah-wajah sumringah anak-anak berkebutuhan khusus ini ketika menerima biodata, KIA dan KTP-el.
Momen ini sekaligus menjadi sarana apresiasi kepada Dinas Dukcapil dengan capaian level 4 atau level sukses atau level terbaik dalam pencapaian progress kinerja layanan adminduk di Kalimantan Timur, Kadis Dukcapil dengan pengabdian terlama, dan penghargaan untuk Dukcapil dengan inovasi terbaik.
Selanjutnya pencanangan ini secara resmi diluncurkan dengan pemukulan gong oleh Pj. Sekda Kaltim Riza Indra Riadi dengan didampingi Direktur Capil Handayani Ningrum, Kepala DKP3A Provinsi Kaltim, serta perwakilan Staf Khusus Presiden dan Pemkot Balikpapan.
Acara ditutup dengan persembahan seni Tari Leleng dan pantomim oleh siswa-siswi SLB Kota Balikpapan sebagai bukti potensi talenta yang patut dikembangkan dan didukung maksimal.
Kegiatan ini selaras dengan harapan dan arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh agar memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat tanpa diskriminasi. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.