Cirebon — Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang mulai berlaku pada 2026, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon justru menegaskan komitmennya untuk melaju dengan inovasi digital.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdukcapil Kota Cirebon, Rahmat Saleh, menyebut awal tahun sebagai momentum untuk menyegarkan pelayanan publik wabil khusus di bidang administrasi kependudukan (Adminduk). “Setelah tahun baru, pelayanannya harus baru lagi. Digitalisasi akan ditingkatkan, termasuk identitas kependudukan digital (IKD). Itu target utama kami,” ujarnya.
Rahmat menekankan bahwa efisiensi anggaran tidak menghalangi jalannya pelayanan. Disdukcapil sudah terbiasa bekerja dengan dana terbatas, sehingga prioritas tetap diberikan pada masyarakat. “Kami terbiasa dengan anggaran minim, tapi pelayanan tetap nomor satu,” katanya.
Lebih Selektif, Tetap Humanis
Efisiensi memang berdampak pada frekuensi pelayanan keliling, namun tidak sampai dihapus. Disdukcapil tetap menjalankan sistem jemput bola bagi kelompok prioritas seperti penyandang disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Selain itu, layanan ke sekolah dan lingkungan RW tetap berjalan, mencakup perekaman KTP-el hingga akta kelahiran.
Azrul, salah satu warga, mengaku puas dengan pelayanan yang cepat. Perubahan data kependudukan yang ia lakukan selesai dalam waktu kurang dari 30 menit. “Enggak sampai setengah jam sudah beres,” katanya. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar