Bandung - Lantatur (Layanan Tanpa Turun) menjadi inovasi terbaru Disdukcapil Kota Bandung demi memudahkan layanan kepada masyarakat. Lantatur adalah layanan pengambilan hasil layanan adminduk antara lain KTP-el dan KIA secara drive thru.
Lantatur ini di-launching bersamaan dengan dicanangkannya Kisanak (KIA kerja sama dengan Sekolah Anak) di Grand Aquila Hotel, Bandung, Senin (14/11/2022).
Kisanak dan Lantatur ini diresmikan secara langsung oleh Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, Ketua DPRD Kota Bandung Tedi Rusmawan, Anggota DPR RI Komisi X Dapil Bandung dan Cimahi Sodiq Mujahid dan Kadis Dukcapil Tatang Muhtar.
"Lantatur saat ini baru melayani pengambilan KTP-el dan KIA. Insya Allah ini akan terus kita evaluasi dalam perkembangannya ke depan," tutur Tatang.
Lantatur yang berlokasi di samping Kantor Disdukcapil Kota Bandung ini buka dari Senin – Jum’at mulai pukul 08.00- 15.00 WIB. Namun, sebelum mengambil dokumen kependudukan melalui Lantatur, masyarakat harus mengakses aplikasi Salaman dan memilih jasa layanan terlebih dahulu. Sehingga, setiap masyarakat yang hadir telah memiliki jadwal tertentu sesuai dengan notifikasi yang didapat dari aplikasi.
Inovasi Lantatur ini sejalan dengan arahan dari Dirjen Zudan agar kebijakan yang dibuat dan dilaksanakan oleh jajaran Dukcapil harus berdampak langsung kepada masyarakat. Apabila tidak berdampak, maka perlu dilakukan evaluasi.
"Jadi jangan takut untuk bertransformasi, layanan menjadi lebih mudah, layanan menjadi lebih cepat, punglinya bisa dihapus. Itu yang saya sebut sebagai kebijakan yang berdampak," jelas Zudan.
Semangat ini yang juga digaungkan Zudan agar seluruh ASN berfikir out of the box untuk menciptakan inovasi dan gebrakan baru.
"Tujuannya adalah untuk peningkatan kualitas layanan. Sehingga layanan lebih cepat, bisa bekerja darimanapun. Terjadi lompatan kuantum yang layanan kita bisa menjadikan masyarakat itu bahagia," pungkas Zudan.
Direktur Pendaftaran Penduduk David Yama yang turut hadir turut memberikan apresiasinya dan berharap inovasi yang ada di daerah dapat ditularkan dan diaplikasikan ke daerah lain.
"Inovasi yang bagus di daerah lain jangan malu untuk mereplikasi dan memodifikasi sesuai kebutuhan dan tantangan di daerah. Tujuan kita semua sama, yakni membahagiakan masyarakat di seluruh Indonesia," tegas Yama.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam berbagai kesempatan, senantiasa mengarahkan agar jajarannya di Dukcapil terus berkembang dan mencetuskan beragam inovasi demi memudahkan layanan adminduk bagi penduduk. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.