Gunungkidul - Letak geografis terkadang masih menjadi kendala dalam memperoleh layanan adminduk, khususnya bagi penduduk rentan adminduk. Inilah yang mendasari Ditjen Dukcapil bersama Dinas Dukcapil Gunungkidul untuk turun jemput bola langsung ke pintu rumah penduduk di Kepanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (4/12/2024).
Sesario Fernandes selaku Ketua Tim Jemput Bola Ditjen Dukcapil mengungkapkan, target utama dalam layanan door to door ini adalah penduduk disabilitas dan lansia.
"Sebab kondisi mereka tidak memungkinkan datang langsung ke layanan Dukcapil. Kita melihat akses menuju rumah mereka saja cukup terjal," terang Sesario.

Sebelumnya Kabid Dafduk Dinas Dukcapil Gunungkidul, Tri Eni Astuti, juga telah melakukan pendataan penduduk rentan yang akan dikunjungi.
"Kami juga bekerja sama dengan kepala dusun dan pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) untuk menunjukkan titik rumah penduduk," tutur Eni.
Proses pelayanan ini memang tidak bisa dibilang mudah. Jalan yang dilalui cukup terjal bahkan curam dengan dominasi bebatuan karst di sana-sini. Untuk tersambung dengan internet pun kadang membutuhkan waktu lama dan harus berpindah tempat untuk mendapatkan posisi spot yang tepat.

Khusus untuk penduduk rentan, terkadang beberapa data biometrik tidak dapat direkam dengan lengkap. Agus Abdilah sebagai Tim Teknis Ditjen Dukcapil menerangkan, hal ini karena kondisi yang tidak memungkinkan.
"Seperti lansia yang sidik jarinya sudah halus tidak terbaca, teman tuna netra yang tanpa perekaman iris mata, maupun teman disabilitas mental yang hanya dapat kita foto saja tanpa perekaman sidik jari dan iris mata karena memang tidak memungkinkan," tutur Agus menjelaskan.
Direktur Dafdukcapil, Akhmad Sudirman Tavipiyono, di kesempatan terpisah juga menuturkan bahwa halangan dan rintangan adalah "makanan" sehari-hari petugas Dukcapil.
"Untuk memberikan hak dokumen kependudukan apalagi kepada penduduk rentan, hal semacam itu adalah sesuatu yang harus ditembus, diperjuangkan demi bukti bahwa negara hadir langsung dan memudahkan dan membahagiakan masyarakat," jelas Tavip.
Hal senada juga diungkapkan oleh Plh. Dirjen Dukcapil Handayani Ningrum bahwa setiap penduduk wajib dilayani kebutuhan adminduknya.
"Jika mereka tidak dapat datang karena keterbatasan. Kita yang akan jemput bola langsung ke mereka. Kita upayakan tenaga yang maksimal," tegas Ningrum. Dukcapil***


Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar