Tangerang - Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri ikut berkolaborasi dalam kelompok kerja Strategi Nasional Percepatan Administrasi Kependudukan untuk Pengembangan Statistik Hayati (Stranas AKPSH). Kerja bareng itu antara lain diwujudkan dengan sosialisasi dan kunjungan daerah untuk "Pengembangan Pelaksanaan Stranas AKPSH" di 2 lokasi yaitu di Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Sumedang, Selasa (19/7/2022).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengembangan program edukasi pembelajaran bidang pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil, lebih luas lagi bidang layanan administrasi kependudukan di perguruan tinggi, serta meningkatkan dukungan Pemda dalam penguatan koordinasi, kolaborasi, dan sinkronisasi terkait layanan Adminduk dan pengembangan statistik hayati.
Pada kesempatan itu, Direktur Pendaftaran Penduduk David Yama menyampaikan pentingnya pengetahuan mengenai Adminduk sebagai bentuk upaya peningkatan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan.
"Dengan menambahkan bahan ajar terkait edukasi pendaftaran penduduk, pencatatan sipil dan layanan Adminduk ke dalam sub-tema mata kuliah di Untirta dan Unpad, maka ini akan menjadi bentuk upaya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait Administrasi Kependudukan," ujar Yama.
“Di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor Sumedang dan di UNS di Solo telah dengan sangat baik menerapkan pembelajaran atau kurikulum Adminduk. Kemendagri telah bekerja sama selama beberapa tahun belakangan ini, sampai juga melaksanakan sertifikasi keahlian untuk memastikan mahasiswa/mahasiswinya mumpuni dalam pemahaman layanan Adminduk,” lanjut Yama.
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa nantinya akan menerapkan bahan ajar mengenai Pendaftaran Penduduk, Pencatatan Sipil atau layanan Adminduk apabila telah resmi ditetapkan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbudristek.
Hariyadi, perwakilan dari Bappenas menyampaikan perlu adanya tindak lanjut bersama Kemendagri untuk menyusun dan menyepakati materi yang akan dijadikan bahan ajar di Untirta.
Nurhasan, perwakilan Disdukcapil Kabupaten Tanggerang juga menyampaikan kinerja serta formula apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan layanan adminduk.
“Kami akan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan menyesuaikan kearifan budaya yang terdapat dalam kehidupan masyarakat,” ujar Hasan
Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dalam kesempatan lain menyampaikan perlunya didorong terus ke berbagai kampus di Indonesia agar menerapkan kurikulum Adminduk dalam pembelajarannya.
"Urusan Adminduk bukan pelayanan dasar, tetapi menjadi dasar dalam semua pelayanan, jadi wajib dipahami oleh semua pihak termasuk di kalangan kampus mengingat kesadaran kepemilikan dan penggunaan dokumen kependudukan masih terus harus digalakkan dalam setiap kesempatan" demikian kata Dirjen Zudan. Dukcapil***

Komentar
Komentar di nonaktifkan.