Jakarta — Pergantian sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Dalam Negeri membawa perubahan pada jajaran pimpinan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melantik 23 pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat fungsional di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (5/10/2026). Empat dari pejabat yang dilantik memiliki rekam jejak dan posisi yang terkait langsung dengan Ditjen Dukcapil.
Di lingkungan Ditjen Dukcapil, Dian Andy Permana dilantik sebagai Sekretaris Ditjen Dukcapil. Ia menggantikan Hani Syopiar Rustam yang kini dipercaya sebagai Sekretaris Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan. Sebelumnya, Andy menjabat Kepala Biro Organisasi dan Tatalaksana Sekretariat Jenderal Kemendagri sejak Februari 2026 dan pernah menjadi Kepala Biro Sumber Daya Manusia.
Perubahan juga terjadi pada dua direktorat yang memiliki peran penting dalam pengelolaan dan pemanfaatan data kependudukan. Handayani Ningrum yang sebelumnya menjabat Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDKN), kini menjadi Direktur Integrasi Data Kependudukan Daerah (IDKD). Posisi Direktur IDKN selanjutnya dipercayakan kepada Irvan Amirullah, yang sebelumnya menjabat Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah I pada Ditjen Bina Pembangunan Daerah.
Handayani telah menjalankan sejumlah tugas strategis di Ditjen Dukcapil. Sebelum memimpin Direktorat IDKN sejak Mei 2025, ia pernah menjabat Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil serta Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan. Perpindahan tugas tersebut membuat pengalaman Handayani mencakup sejumlah bidang utama dalam pengelolaan administrasi kependudukan.
Sementara itu, Irvan memiliki pengalaman di bidang pemerintahan daerah dan tata kelola internal Kemendagri. Sebelum dipercaya memimpin Direktorat IDKN, ia menjabat Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah (SUPD) I pada Ditjen Bina Pembangunan Daerah. Ia juga pernah menjadi Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemendagri.

Perubahan komposisi pimpinan tersebut berlangsung ketika integrasi data kependudukan menjadi bagian penting dalam penguatan layanan publik. Data kependudukan tidak hanya digunakan untuk penerbitan dokumen administrasi kependudukan, tetapi juga menjadi salah satu fondasi bagi berbagai layanan dan program pemerintah yang membutuhkan data penduduk yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi mengatakan, pergantian pejabat merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus kesempatan untuk memperkuat kinerja Ditjen Dukcapil. Ia meminta pejabat yang mendapat amanah baru segera melanjutkan program yang sudah berjalan dan memastikan pelayanan administrasi kependudukan tetap menjadi orientasi utama. “Yang paling penting adalah bagaimana setiap pejabat dapat menjalankan amanah dengan baik, menjaga kesinambungan program, dan terus memperkuat kualitas pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat,” kata Teguh saat dimintai komentarnya.
Menurut Teguh, penguatan integrasi data juga harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan. Karena itu, koordinasi antara pusat dan daerah perlu terus diperkuat agar data kependudukan semakin akurat dan dapat dimanfaatkan secara tepat untuk kepentingan pelayanan publik.
Pelantikan tersebut sekaligus menandai babak baru dalam pengelolaan organisasi dan integrasi data kependudukan di Kemendagri. Dengan pengalaman yang berbeda di sejumlah bidang pemerintahan, para pejabat baru diharapkan dapat melanjutkan penguatan tata kelola, integrasi data, dan pelayanan administrasi kependudukan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar