Jakarta — Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri memainkan peran strategis dalam mendorong digitalisasi program perlindungan sosial (Perlinsos) melalui pemanfaatan Digital Public Infrastructure (DPI), khususnya lewat Identitas Kependudukan Digital (IKD).
"Dukungan Dukcapil melalui IKD ini bukan sekadar transformasi teknologi, tapi juga lompatan sistemik menuju pelayanan publik yang lebih inklusif, efisien, dan berbasis kebutuhan warga," kata Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi dalam Forum Dukcapil Prima dengan Topik: “Sosialisasi Program Digitalisasi Perlinsos dengan memanfaatkan DPI: Peran dan Dukungan Dukcapil,” Kamis (11/9/2025).
Forum rutin saban pekan melalui zoom meeting ini adalah wadah koordinasi dan penyamaan persepsi antara Ditjen Dukcapil Kemendagri dengan Dinas Dukcapil di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Untuk terus mendukung program Perlinsos, Dirjen Teguh Setyabudi mengajak seluruh jajaran Dinas Dukcapil untuk terus menggenjot cakupan aktivasi IKD menjadi minimal 30 persen dari total jumlah pemilik KTP-el. "Dengan program Digitalisasi Perlinsos yang dimana pilotingnya ada di Kabupaten Banyuwangi dan kemudian nanti akan diimplementasikan di seluruh Indonesia pada tahun 2026," kata Teguh.
Teguh meyakini implementasi IKD akan mengalami lompatan besar andaikata digitalisasi Perlinsos yang memanfaatkan ikd untuk verifikasi dan juga sebagai untuk validasi data berhasil dengan baik. "Maka nanti semua program program strategis pemerintah seperti misalnya masalah subsidi listrik, subsidi pupuk dan sebagainya. Ini juga akan menggunakan IKD untuk verifikasinya dan diberlakukan untuk semua daerah. Jadi saya minta kepada bapak dan ibu jajaran Disdukcapil semuanya mari kita persiapkan pelaksanaan yang akan memanfaatkan IKD untuk salah satunya adalah verifikasi calon peserta Bansos," seru Teguh.
Hadir narasumber pada Forum Dukcapil Prima edisi kali ini, yakni Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional Handayani Ningrum yang memaparkan materi berjudul "Peran dan Dukungan Dukcapil Dalam Digitalisasi Perlinsos". Sementara narasumber berikutnya adalah Principal Govtech Dewan Ekonomi Nasional, Rahmat Andika, dengan materi "Digital Public Infrastructure Use Case: Perlindungan Sosial Banyuwangi". Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar